Hari ini Karyawan Hotel Novita Lapor ke Disnakertrans

Fauzi: Jika Langgar K3, Asuransi Tak cair

Senin, 16 April 2018 | 08:44:12 WIB

(ist/Jambione)

 

Jambione.com, JAMBI - Dinas Tenga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jambi telah memanggil manajemen Hotel Novita yang terbakar pada Senin (9/4) lalu. Ada dua masalah yang tengah fokus diselidiki oleh Disnakertrans terkait kasus kebakaran di hotel yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sungai Asam, Pasar Jambi itu.

Kepala Disnakertrans Provinsi Jambi M. Fauzi mengatakan pihaknya fokus menyelidiki soal sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan menyelesaikan masalah tenaga kerja (karyawan) dengan pihak hotel. Dia menegaskan, apabila dalam penyelidikan pihak manajemen menyalahi aturan yang berlaku, sangsi tegas akan diperlukan pada perusahaan itu.

“Bila yang dilanggar itu K3, itu termasuk pelanggaran fatal. Akan kita tindak tegas. Sanksi terberatnya adalah pencabutan izin,’’ kata Fauzi.

Bahkan Fazi menegaskan, apabila dalam penyelidikan nanti pihak hotel terbukti melanggar semua aturan terkait K3, pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi pencairan asuransi kepada perusahaan itu. ‘’ Dengan demikian asuransinya tidak akan bisa cair,’’ katanya.

Terpisah, Kasi Pengawasan Norma Kerja dan K3 Disnaker Provinsi Jambi, Dodi mengatakan pihaknya telah memanggil dan memeriksa pihak manajemen Hotel Novita pada Kamis pekan lalu. Namun, hasilnya belum bisa diumumkan. " Tunggu satu Minggu lagi kita akan beritahukan hasilnya," katanya saat dihubungi, Minggu (15/4) kemarin.

Sementara itu, mengenai nasib karyawan hotel, Dodi mengatakan belum ada yang mengadukan nasibnya ke Dinaskertrans Provinsi Jambi. Namun, jika ada yang melapor, pihaknya siap menerima. Walaupun untuk menyelesaikan sengketa tenaga kerja dengan manajemen hotel tersebut adalah domainnya Disnakertrans Kota Jambi.

‘’ Sipatnya menerima laporkan. Nanti laporan itu akan kita rekomendasikan kepada Disnakertrans Kota Jambi untuk memediasikannya,’’ jelasnya.  Tapi, sepengetahuannya, kata Dodi, sampai hari Minggu kemarin, belum ada kejelasan bagaimana penyelesaian manajemen hotel dengan karyawannya. "Nanti kalau mediasi itu ranahnya kota, sampai sekarang belum ada kejelasan dari kedua belah pihak," sebutnya.

Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Tingkat Perusahaan (SPTP) Hotel Novita, Firhot Tambunan mengatakan pihaknya akan mengadukan nasib karyawan hotel ke Disnakertrans Provinsi Jambi pada Senin (16/4) ini. Dia menghimbau kepada seluruh karyawan untuk masuk kerja dan selanjutnya bersama-sama melapor ke Disnakertrans Provinsi Jambi.

‘’ Kita sudah komunisasi dengan pihak manajemen untuk menanyakan nasib karyawan. Namun belum ada kejelasan. Makanya, kita berinisiatif melaporkan masalah ini ke Disnakertrans provinsi,’’ jelasnya saat dihubungi Minggu (15/4) kemarin. . 

Menurut Firhot,  banyak masalah hubungan karyawan dengan manajemen hotel yang akan mereka laporkan. Diantaranya soal service chas (uang layanan) karyawan yang belum dibayarkan manajemen selama enam bulan.  "Perjanjian Kerja Bersama (PKB) kami itu juga ada," ujarnya.

Selain itu, lanjut Firhot, gaji dan uang lebur sebagian karyawan juga belum dibayarkan manajemen hingga saat ini. Padahal itu merupakan hak karyawan dan kewajiban bagi perusahaan.  "Kemarin uang lebur sempat macet. Sebagian memang sudah ada yang dibayar. Tapi sebagian lagi belum. Itu juga akan kami pertanyakan besok," katanya.

Lebih lanjut Firhot mengatakan, karyawan Hotel Novita saat ini

berjumlah kurang lebih 115 orang. Itu belum termasuk karyawan harian. ‘’ 115 orang itu karyawan tetap dan kontrak. Ini berdasarkan informasi dari bagian personalia,’’ jelasnya.

Firhot dan kawan kawan mengaku khawatir keputusan yang akan dikeluarkan manajemen nantinya tidak mengakomodir seluruh karyawan. "Kami takutkan ada yang diperkerjakan, ada pula yang dirumahkan. Kita berharap semuanya bisa diakomodir untuk bekerja kembali," tambahnya.

Terpisah, General Menager (GM) Hotel Novita Husairi ketika dikonfirmasi soal nasib para karyawannya mengaku belum ada keputusan. "Sampai sekarang belumada keputusan oleh owner," katanya saat dihubungi Minggu kemarin.

Menurut dia, seluruh karyawan masih diminta masuk kerja untuk melakukan pengamanan dan evakuasi barang barang konsumen yang masih ada di hotel. "Masih masuk, tapi nanti kita akan koordianasikan lebih lanjut dengan ketua karyawan nya," katanya. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...