Membangun Karakter Untuk Kemajuan Bangsa

Jumat, 20 April 2018 | 16:49:56 WIB

Bayu Zulfia
Bayu Zulfia (Bayu Zulfia)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan berjajar pulau-pulau dengan berbagai potensi Sumber Daya Alam (SDA) nya.

Sebab dengan terbentangnya pulau-pulau tersebut, Indonesia kerap disebut negara seribu pulau yang memiliki kandungan berjuta potensi didalamnya. Baik secara migas (Minyak dan Gas) maupun seperti batubara, emas maupun jenis tambang lainnya. Selain itu terdapat potensi lainnya seperti hasil laut hasil perkebunan semua itu terdapat di bumi Indonesia.

Selain memilik SDA yang melimpah, saat ini Indonesia terus mendorong terciptanya Sumber Daya Manusia (SDM) melalui berbagai program yang dimiliki pemerintah. Hal itu dilakukan agar kekayaan yang dimiliki Indonesia dapat dikelola secara mandiri tanpa ada campur tangan pihak asing.

Indonesia menjadi negara yang kerap  disebut negeri seribu pulau ini, tentu tidak terlepas dari yang namanya permasalahan dan ujian.

Sebagai sebuah negara yang memiliki SDA yang melimpah, banyak ujian yang harus dihadapi bangsa Indonesia. Hal itu sebagai suatu ujian bagi masyarakat untuk mencintai negeri ini.

Selain SDA dan SDM, yang tidak kalah pentingnya, yakni menjaga, kearifan Lokal, kesehatan, dan mutu pendidikan masyarakat. Tiga hal ini dinilai yang harus tetap di jaga  agar Indonesia terus berkembang dan menjadi negara maju sehingga dapat bersaing dengan negara lain.

Terlepas dari itu semua, kita tentu memerlukan orang-orang yang mampu untuk memberikan solusi atas berbagai persoalan yang saat ini masih banyak belum terselesaikan.

Kita sadar, Indonesia memiliki banyak tempat pendidikan, seperti sekolah-sekolah ataupun kampus-kampus dengan kualitas yang berkompeten. Tetapi kita juga tidak boleh lupa, banyak dari mereka yang berpendidikan tinggi namun lebih memilih berada di negri lain.

Banyak yang berdalih dengan tinggal di negri lain untuk mencari wadah mengekspresikan dan memanfaatkan potensi diri  sehingga mereka enggan untuk kembali ke Indonesia. Mengapa? Apakah negeri ini tidak cukup luas untuk berkarya? Atau sedikit yang mendukung? Atau justru kemampuan anak bangsa kurang baik? Tentu saja itu semua pertanyaan yang sudah pasti jawabannya adalah tidak tepat. 

Indonesia sebagai  suatu bangsa yang memiliki segala potensi yanh dapat dikelola anak bangsa akan selalu di dukung oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Seperti orang-orang hebat bangsa ini, Buya Hamka, Ki Hajar Dewantara, Soekarno, Soeharto, BJ Habibie, Gus dur, Prabowo, SBY, Anis Mata, Yusril Ihza Mahendra, Gatot Nurmantyo dan masih banyak lagi. orang-orang tersebut siap untuk memberikan ide-ide atau gaghasan dari kamampuan terbaik yang mereka miliki guna memajukan negeri ini. Apa yang kurang? Apa yang salah? Ini adalah sebuah pandangan dari seorang anak bangsa, yang prihatin dan mencoba untuk memberikan solusi terutama di bidang pendidikan bangsa.

Allah berfirman dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11:

 ???????? ????? ????????? ????????? ??????? ??????????? ??????? ????????? ?????????

Artinya :”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.”

Dan Surat Thoha ayat 114:

 ????? ?????? ??????? ???????

Artinya :”Dan katakanlah (olehmu Muhammad),”ya tuhanku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan.”

Ini menunjukkan bahwa Allah meminta kita untuk memiliki ilmu yang berguna untuk kebermanfaatan orang banyak, karena sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

Pendidikan yang ada selama ini yang di rasakan hanya sebatas membuat anak memahami akan pelajaran tapi kurang dalam memberikan pemaknaan kenapa ini begitu dan begini serta apa efeknya untuk kehidupan jangka pendek atau jangka panjang. 

Pendidikan bukan hanya sebatas hubungan guru dan murid, tapi juga bagaimana membagun hubungan dan kerjasama antara guru dan wali murid. Guru sebagai  fasilitator di sekolah dan walimurid sebagai orang tua yang senantiasa menanyakan kembali tentang apa saja yang sudah dilakukan di sekolah.

Bukan hanya soal bisa atau tidaknya, tapi juga bagaimana proses yang sudah terjadi dan memberikan penguatan dan motivasi untuk anak. Harus mampu menjadi orangtua dan juga harus mampu menjadi teman. 

Kita mungkin sering mendengar hal-hal yang membuat orang tua resah karena sikap guru yang menghukum anaknya. Orang tuanya yang baik tidak semerta-merta langsung memvonis guru yang salah. Maka dari itulah perlu yang dinamakan duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan. Dengan adanya hubungan orang tua dan guru yang baik, maka tidka perlu ada hal yang di khawatirkan tentang anak. Pola pendidikan disekolah bisa di sinergiskan dengan pola pendidikan di rumah.

Guru yang menjadi contoh bagi anak di sekolah, juga harus mampu memilih kata-kata yang baik agar anak di dengar oleh siswa. Pola komunikasi guru ke anak, bahasa yang dipakai hendaknya bahasa-bahasa positif yang membuat si anak merasa nyaman. Kesal terhadap peserta didik karena sikapnya? Pasti ada. 

Tapi di balik itu semua kita harus berpikir ketika kita mengeluarkan sikap yang tidak baik efek ke anak akan begitu luar biasa. Maka dari itu ada beberapa hal yang bisa di coba untuk membuat anak merasa nyaman di sekolah. Yang pertama adalah membuat panggilan yang bersahabat dengan anak, guru harus mampu membedakan mana kalimat ajakan, perintah dan ketegasan, membuat mereka merasakan bagaimana belajar tanpa hanya sebatas teori di buku (bisa dengan mengajak mereka untuk belajar di luar), membangun karakter keislaman dengan pembiasaan kecil yang mampu melekat pada diri mereka serta adanya dukungan dari oang tua.

Anak adalah aset negara, merekalah yang nanti akan menjadi penerus bangsa, di tengah era yang serba  modern, sekolah memiliki tanggung jawab terhadap peserta didik agar tidak menjadi pemilik dunia maya. Yang setiap harinya hanya  bermain dengan gudget mereka, tetapi kurang adanya interaksi dengan dunia nyata. Inilah nantinya yang akan merusak pikiran dan karakter anak.

Sehingga dengan terbentuknya karakter anak yang baik dan pemahaman agama yang baik, maka mereka akan memahami pentingnya kehidupan sosial, pentingnya daerah dan pentignnya negara. Dan akan timbuk pemikiran bahwa kebudayaan, ciri khas dan hal-hal yang menjadi identitas provinsi atau negara, harus sama-sama untuk di jaga dan dilestarikan. (***)





BERITA BERIKUTNYA
loading...