27 Ribu Hektar Hutan Rusak, Harimau di Kerinci Masuk Kampung

Jumat, 20 April 2018 | 19:12:02 WIB

Petugas TNKS menelusuri jejak Harimau di Kerinci
Petugas TNKS menelusuri jejak Harimau di Kerinci (Saudi Arabia)

Jambione.com, Jambi-Warga Desa Pungut Mudik di Kecamatan Air Hangat Timur dan Desa Lubuk Tabun, Pasir Jaya, Kecamatan Siulak Mukai, Kerinci diresahkan oleh keberadaan harimau di wilayah itu, yang sejak sepekan terakhir ini terlihat berkeliaran di kawasan pemukiman warga.

Informasi dari warga, sudah empat anjing milik warga diduga dimangsa hewan yang dilindungi tersebut. Dugaan warga itu cukup beralasan, karena di sekitaran bangkai anjing itu terdapat pijakan harimau dengan diameter ukuran 10-11 centimer.

Ilham, warga Renah Pemetik mengatakan bahwa berkeliarannya harimau di kampung itu karena hutan produksi dan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di kawasan Renah Pemetik, Desa Pungut Mudik, sudah rusak akibat perambahan manusia.

"Kita risih, karena sekarang harimau masuk kampung. Lapar sepertinya, soalnya sudah empat anjing warga kita yang dimangsanya," kata Ilham, kepada Jambi one, Jum'at (20/4/2018).

Hal ini dibenarkan juga oleh Nurhamidi, Kepala Seksi Pengawasan BB-TNKS Kerinci. Dikatakannya, aktivitas raja hutan di kawasan pemukiman warga itu akibat habitatnya terusik oleh perambahan hutan, yang akhir-akhir ini marak dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Pihaknya pun menghimbau warga untuk berhati-hati dan selalu waspada. "Habitat harimau sudah mulai terusik dengan perambahan hutan,"ungkap Nurhamidi.

Sementara, Neneng, Kepala UPTD KPHP Unit I Kerinci mengatakan bahwa aktivitas perambahan hutan di hutan produksi dan TNKS sudah semakin memprihatinkan.

"Makanya kita terus gencar melakukan patroli ke lokasi TNKS untuk mengantisipasi perambahan hutan ini," kata Neneng.

Saat ini, hampir seluruh kawasan hutan di Kerinci telah di rambah, seperti Hutan Pengut Mudik, Kecamatan Air hangat Timur; Hutan Lubuk Tabun, di Sungai Kuning, Kecamatan Siulak Mukai.

BB-TNKS Kerinci sendiri mencatat, dari 215 ribu hektare Hutan TNKS di Kerinci dan Sungai Penuh, 12,5 persennya telah dirambah manusia.

"kalau dihitung, 12,5 persen itu sekitar 27 ribu hektar telah dirusak. Itu hampir sama rata di setiap kawasan hutan. Tapi di wilayah barat Kayu Aro cukup parah. Sedang di daerah Pungut sendiri saat ini juga mulai dirambah warga Bengkulu," pungkas Neneng.

Diketahui, TNKS Kerinci sudah menurunkan tim ke kawasan Renah Pemetik untuk menangani masalah ini.(***)






BERITA BERIKUTNYA
loading...