Sawah Dihargai Rp 85 Ribu Per Meter, Petani Kerinci Tolak Ganti Rugi Lahan Bandara

Senin, 14 Mei 2018 | 19:08:15 WIB

Bandara Depati Parbo di Kerinci
Bandara Depati Parbo di Kerinci (IST/Jambione)

Kerinci - Meski Bandara Depati Parbo sudah lama beroperasi, ternyata hingga saat ini masih ada sejumlah warga yang belum menerima ganti rugi dan menolaknya.

Penolakan warga ini cukup mendasar, mengingat ganti rugi yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci tidak sesuai dengan yang diharapkan bahkan dinilai jauh dari kata layak.

"Sampai saat ini kami belum bisa menerima ganti ruginya, karena yang dibayar tidak sesuai dengan hasil padi yang kami dapat setiap kali panen. Masa, per meter tanahnya hanya dihargai Rp 85 ribu. Dijual lepas ke orang biasa saja mahal dari itu harganya," ungkap warga kepada Jambi One.

Warga ini menyebut pihaknya tidak akan menerima hingga ganti rugi lahan disesuaikan dengan penghasilan yang didapatkan petani dari menggarap sawah yang dijadikan lahan bandara tersebut. "Kalau belum sesuai kami tidak akan terima. Pasalnya sawah ini kan kami garap, kecuali kalau sawah ini lahan mati, lain cerita," katanya lagi.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kerinci, Juanda saat dikonfirmasi (14/5/2018) kemarin mengatakan bahwa dari Rp 15 milyar yang dianggarkan APBD Provinsi Jambi 2017 lalu terdapat silva anggaran untuk pembebasan lahan sebesar Rp 7 milyar.

"Dananya tidak diambil oleh pemilik lahan. Mereka menilai ganti ruginya terlalu kecil. Kalau tidak mau nerima, tentu kita tidak juga bisa memaksa, sehingga sisa dana kemarin kita kembalikan ke kas negara," pungkasnya.(***)





BERITA BERIKUTNYA
loading...