Limbah PT LSP Terindikasi Cemarkan Aliran Sungai, DLH: Kita Tunggu Hasil Labor

Senin, 21 Mei 2018 | 21:50:52 WIB

DLH Sarolangun mengecek limbah PT LSP
DLH Sarolangun mengecek limbah PT LSP (Paradil)

Sarolangun - Menyikapi keluhan masyarakat terkait limbah PT Lambang Sawit Perkasa yang mencemari sejumlah sungai di kecamatan Bathin VIII, membuat pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sarolangun melakukan inspeksi mendadak ke lokasi perusahaan dan sungai yang tercemar.

Inspeksi itu dipimpin langsung oleh Kabid Lingkungan didampingi Kepala Labor. Dalam sidak tersebut, pihak LH melakukan pengecekan lansung terkait pencemaran limbah PT LSP dan lansung mengambil sampel di beberapa titik aliran pembuangan limbah untuk dilakukan tes labor.

"Iya, kita hari ini diamanahkan pak Kadis ke lokasi untuk mengambil sampel limbah pabrik, mulai dari broiler hingga ke titik pembuangan yang sudah dialiri ke rawa dan anak sungai, dari sini nanti akan kita uji labor , soal hasil kita tunggu saja nanti," ujar Ayu, Kepala Labor DLH Kabupaten Sarolangun, Senin ( 21/05/2018).

Menurutnya, apabila hasil Labor nanti menunjukkan hasil bahwa limbah yang dibuang oleh PT LSP ke sungai berbahaya, maka pihaknya akan memberikan saksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

"LSP ini kan sudah kita ingatkan soal masalah limbah, ini yang kedua kalinya permasalahan limbah yang mencemari sungai, kita belum bisa menyimpulkan apakah berbahaya atau tidak, tunggu saja hasil labor," katanya lagi.

Sementara itu, Manager Pabrik PT LSP, Christian Hendra Saragi, saat diwawancarai mengaku siap menerima konsekuensi yang diberikan oleh dinas terkait, jika nantinya hasil tersebut ditemukan masalah.

"Untuk saat ini kita belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait limbah ini, kita tunggu saja keputusan dari hasil labor LH, namun kita tetap koperatif. Apapun Keputusannya kita siap menerima konsekuensinya juga," ujar Christian.

Menurutnya, pihak LH sebelumnya juga telah melakukan penelitian terhadap limbah pada PT LSP tersebut,  namun hasilnya tidak membahayakan,  bahkan limbah yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut telah diproses dengan cara pihak perusahaan membuat tiga kolam sedimentasi maupun bak penampungan sebanyak tiga buah,  hal itu digunakan untuk menyaring ampas hitam yang di bawa oleh aliran limbah perusahaan tersebut.

"Dan juga kami sampaikan, sebelum permasalahan limbah ini mencuat saat di ekspose oleh media, serbuk abu pada lokasi limbah yang di ambil sampelnya itu,  merupakan serbuk abu yang dibawa oleh limbah yang lama,  sebelumnya kami membuat kolam penyaringan dan kini serbuk abu tersebuk tidak megalir lagi ke hilirnya hanya air limbahnya saja yang mengalir,  dan limbah tersebut tidak berbahaya bahkan bagus untuk pupuk tanaman, jadi kami oftimis tidak berbahaya," terangnya.(***)





BERITA BERIKUTNYA
loading...