Desak MA segera keluarkan putusan judicial review soal caleg mantan koruptor

Kopipede Jambi Pertanyakan Komitmen Parpol Berantas Korupsi

Sabtu, 08 September 2018 | 09:03:58 WIB

Kopipede sosialisasikan Pemilu beradab
Kopipede sosialisasikan Pemilu beradab (Ist/Jambione.com)

Jambi - Komunitas Peduli Pemilu dan Demokrasi (Kopipede) Provinsi Jambi mempertanyakan komitmen Parpol peserta Pileg 2019 dalam memberantas korupsi, khususnya di Provinsi Jambi.

Sekjen Kopipede Jambi, M Farisi LL M, mengatakan, seharusnya Parpol yang sudah menandatangani fakta integritas anti korupsi, bisa menjadi saringan awal untuk mencari kandidat caleg yang memiliki integritas.

"Parpol mestinya menjadi filter. Jangan sampai meloloskan ataupun mengajukan caleg koruptor. Kuncinya ada di komitmen Parpol. Jika ngotot, masyarakat harus teriak kencang mengkritisi dan tidak memilih Parpol yang ngotot mencalonkan Caleg mantan koruptor," kata Farisi.

Terlepas dari situ, Ia juga berpendapat bahwa semangat pencegahan dan pemberantasan korupsi harus diatur dengan tegas dalam UU. PKPU yang sudah berlaku dan telah diundangkan saat ini, menurutnya, harus ditegakkan. "Maka seyogyanya lah, Bawaslu terikat dan juga harus menghormati PKPU yang sudah ada saat ini," sebut Farisi.

Lebih lanjut, Dosen Fisipol Universitas Jambi ini juga mengkritisi lambannya putusan MA terkait judicial review pasal PKPU yang mengatur larangan caleg mantan koruptor itu. Harusnya, menurut Farisi, putusan itu segera dikeluarkan.

"Ini terlalu lama, sementara tahapan pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 tinggal selangkah lagi. Presiden sebagai kepala negara bisa membantu mengkomunikasikan dengan semua stakeholder untuk duduk bersama dan mendesak MA segera mengeluarkan putusan seadil-adilnya sebelum penetapan DCT 20 September 2018," kata Farisi lagi.

Menurut Farisi, putusan itu sangat penting. Agar KPU dan Bawaslu bisa berjalan seiring dalam menyelenggarakan KPU. "Kalau sekarang kan masih beda persepsi. Dengan adanya putusan itu, KPU dan Bawaslu bisa satu persepsi soal caleg mantan koruptor," pungkasnya.(***)





BERITA BERIKUTNYA
loading...