KPU, Bawaslu dan Komunitas Kopipede Deklarasi Pemilu Damai 2019

Senin, 17 September 2018 | 08:00:06 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI-Ratusan masyarakat bersama Komisaris Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), dan Komunitas Kopipede Provinsi Jambi melakukan deklarasi 2019 Pemilu Damai di Bundaran Tugu Keris Siginjai, Kota Baru, Kota Jambi, Minggu (16/9).

Komisioner KPU Provinsi Jambi, Nur Kholik mengatakan dengan adanya deklarasi pemilu damai kali ini diharapkan dapat memberikan kesadaran masyarakat dari praktik politik uang, berita hoax dan sejenisnya.

"Kita berharap agar masyarakat dapat ikut serta menjadi pengawas dalam proses pemilu nanti. Ikut serta dalam mengawasi kecurangan dari berbagai bentuk kecurangan baik politik uang maupun yang lainnya," katanya.

Selain itu, dirinya juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan kecurangan dalam menyampaikan hal nya dalam pemilu yang akan digelar pada 2019 mendatang.

"Harus bisa mencermati visi, misi pasangan kandidat, baik itu legislatif, eksekutif maupun partai politik yang mengikuti pemilu nanti," tandasnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Bawaslu, Asnawi Rivai. Dirinya berharap dengan adanya deklarasi 2019 pemilu damai tersebut diharapkan kepada dua tim pemenangan capres dan cawapres untuk dapat memahami keinginan masyarakat pemilu yang damai.

"Kita harapkan agar tim kampanye dua tim tersebut tidak membawa masyarakat ke arus politik yang dalam meski mereka punya hak dalam politik," katanya.

Dikatakannya, diharapkan masyarakat dapat dengan cermat memilih pemimpin negeri ini dengan melihat visi dan misi para calon baik di pilpres maupun di pileg 2019 mendatang.

"Masyarakat diharapkan dapat mempelajari tujuan dari pasangan calon dalam pemilu," tandasnya.

Sementara itu, Sekejen Kopipede, Muhammad Farisi mengatakan munculnya gelombang aspirasi masyarakat melalui hegemoni hashtag di media social merupakan sebuah keniscayaan dalam Negara Demokrasi.

"Pendapat/aspirasi/seruan/hashtag tersebut harus mempunyai semangat persatuan,  tidak menebar kebencian, mengadu domba, menghasut, apalagi sampai makar, semua aspirasi harus sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku," katanya.

Dipaparkannya, menjelang Pemilu 2019, muncul berbagai macam hashtag  yang merupakan bentuk dari aspirasi masyarakat, masyarakat (netizen) harus cerdas dalam menyikapi berbagai hashtag tersebut, jangan sampai terpecah belah, melunturkan rasa kekeluargaan, persaudaran dan persatuan kita hanya karena berbeda pandangan politik.

"Untuk menciptakan kondisi yang sejuk, aman dan damai jelang Pemilu 2019 kita semua elemen masyarakat juga harus membangun hashtag, yaitu #2019PemiluDamai, dengan hashtag ini kita membangun opini public, mengirimkan informasi, menjadikan tranding topic, memviralkan dan mempengaruhi persepsi netter untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dan menjadikan Pemilu 2019 menjadi pesta rakyat yang damai," paparnya. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...