Jelang Pilpres, Polda Jambi Gelar Operasi Mantap Brata

Rabu, 19 September 2018 | 18:36:14 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

Jambi-Polda Jambi melakukan apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Mantap Brata pengamanan Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden, dan Wakil Presiden 2019 di Mapolresta Jambi, Rabu (19/9/2018).
Dalam pelaksanaan Apel Gelar Pasukan OMB 2018 yakni Kabinda Jambi, unsur Forkompimda, PJU Polda Jambi, Pimpinan Parpol dan peserta Apel dari TNI Polri serta Satpol PP.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS dalam membacakan amanat Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan kepolisian di era demokrasi bertumpu pada upaya untuk meraih kepercayaan publik.

"Pemilu tahun2019 memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas, karena untuk pertama kalinya pileg dan pilpres akan dilaksanakan secara serentak dengan ambang batas parlementer threshold sebesar 4 persen," kata kapolda dalam membacakan amanat Kapolri, Rabu (19/9/2018) di Mapolresta Jambi.

Dikatakannya, Polri dengan dibantu TNI, Satpol PP, KPU dan Bawaslu serta stakeholders lainnya yang terkait dalam pemilu menggelar operasi kepolisian terpusat “Mantap Brata 2018”.

"Dilaksanakan selama 397 hari, sejak 20 September 2018 hingga 21 Oktober 2019, diseluruh wilayah Indonesia dengan melibatkan 272.886 personel polri,"katanya.

Ditegaskannya, pihaknya telah memetakan peta kerawanan konflik hal itu dilakukan dari pengalaman pada pemilu 2014, dan Pilkada serentak 2018 lalu.

"Kita belajar dari pilkada-pilkada serta pemilu di tahun sebelumnya untuk menciptakan situasi kondusif," ujarnya.
Beberapa hal yang perlu dilakukan diantaranya melakukan deteksi dini kondusif dan situasi yang ada. Sehingga dapat ditanggulangi dengan cepat.
"Netralitas Polri dan TNI, serta hindari tindakan yang dapat mencederai netralitas TNI dan Polri dalam penyelenggaraan setiap tahapan pemilu serta kedepankan langkah proaktif dengan mengoptimalkan deteksi dini guna mengetahui dinamika yang berkembang untuk selanjutnya dilaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara dini," ungkapnya.

Kapolda juga meminta masyarakat, khususnya Jambi agar tidak mudah terprovokasi, menurutnya perbedaan dalam memilih suatu hal yang biasa tetapi, persaudaraan yang lebih utama.

"Biarlah perbedaan dalam memilih di pemilu tetapi tetaplah menjadi sebuah persaudaraan yang erat. Jangan jadikan perbepecahan hanya karena berbeda pilihan," katanya.

Dirinya berhadap pada pemilu 2019 nanti, provinsi Jambi tidak ada gejolak yang betarti. Seperti halnya pilkada serentak 2018 ini.

"Kita mengharapakan provinsi Jambi aman dan kondusif seperti Pilkada yang diselenggarakan kemarin,"harapnya.

Menurut Kapolda Pilpres kali ini sebagai pembuktian kepada dunia jika Indoneisa mampu menyelenggarakan pemilu yang aman dan damai.

"Kali perdana pemilu dengan secara serentak, pilpres, pileg dan pimpin sendiri. Ini merupakan pembuktian Indonesia bisa dan masyarakat harus mendukung ini," tandasnya. (adv)





BERITA BERIKUTNYA
loading...