Selain Tsunami, Terjadi 31 Gempa Susulan di Donggala

Jumat, 28 September 2018 | 22:07:38 WIB

()

Jambione.comGempa kembali terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah. Yang terbaru, gempa berkekuatan 5,4 magnitudo. Berdasarkan informasi dari akun Twitter BMKG, gempa terjadi pada pukul 21.26, Jumat (28/9). Gempa itu tak berpotensi tsunami.

            Lokasi gempa ada di 0,03 Lintang Utara dan 119.54 Bujur Timur, atau 60 km Baratlaut, Donggala, Sulteng. Kedalaman gempa ada di 10 km.

            Setelah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6 di Donggala, Sulawesi Tengah, ada gempa susulan sebanyak 31 kali. Gempa tersebut terhitung hingga pukul 21.00 WIB malam ini.
            "Sampai pukul 21.00 WIB, telah tercatat ada 31 gempa susulan. Sebelumnya, pada pukul 14.00 WIB gempa Magnitudo 6,0 di Donggala terjadi menimbulkan korban dan kerusakan," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di kantornya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (28/9).
            Sebanyak 31 gempa susulan itu termasuk gempa Magnitudo 7,4 yang memicu munculnya gelombang tsunami. Gempa yang terjadi menyebabkan terjadinya kerusakan bangunan. BMKG mengimbau masyarakat tidak tinggal di rumah yang kondisinya sudah retak.
            "Jadi bangunan-bangunan yang kondisi sudah retak. Kami akan tetap monitor gempa susulan ini. Beberapa hari ke depan, untuk masyarakat di Donggala, Palu, untuk tidak meninggali rumah-rumah yang dalam kondisi miring. Kecuali rumah yang masih kokoh," tutur Rahmat.
            Sebelumnya, gempa terjadi di Donggala dan Palu, Sulteng. Tsunami sempat terjadi di Palu seusai terjadinya gempa Magnitudo 7,4 di Donggala. Tsunami tersebut memiliki ketinggian 0,5-1,5 meter. Kantor Ditlantas Polres Sulteng ikut diterjang tsunami. 
            BMKG memang sudah mengeluarkan peringatan tsunami, tapi 30 menit kemudian peringatan itu diakhiri. "Jadi kami mengeluarkan peringatan dini tsunami saat gempa terjadi kurang-lebih lima menit setelah gempa, dan peringatan itu diakhiri setelah tsunami terjadi dan airnya surut. Jadi memang SOP untuk mengakhiri peringatan dini itu harus diketahui dulu pengamatan," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (28/9).
            Gempa tersebut terjadi pada pukul 17.02 WIB atau 18.02 Wita. BMKG mengakhiri peringatan tsunami setelah adanya kesaksian bahwa air laut telah surut. Tsunami terjadi di Palu dan Mamuju. "Peringatan kita akhiri 17.36 WIB. Ini terjadi tsunami dan selesai, sehingga peringatan dini tsunami diakhiri," kata Dwikorita.

 

Dia menegaskan peringatan tsunami diakhiri BMKG setelah air laut surut. Sebelum air surut dari daratan, BMKG belum mengakhiri peringatan tsunami.
"Namun yang kami maksud surut itu air laut yang naik ke darat itu sudah surut. Tadinya ada air, jadi tidak ada air lagi," ujar Dwikorita. (****)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...