BNPB: Kecepatan Tsunami Palu 800 Km/Jambi

Sabtu, 29 September 2018 | 18:00:22 WIB

Kondisi Palu pasca Tsunami
Kondisi Palu pasca Tsunami (Ist/Jambione.com)

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kecepatan tsunami yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, mencapai 800 kilometer/jam saat berada di tengah laut. Begitu sampai ke daratan, kecepatan berkurang tapi kekuatannya mampu meluluhlantakkan bangunan yang ada.

"Kekuatan tsunami sangat besar, di tengah laut kecepatan tsunami mencapai 800 km/jam, semakin ke darat gelombang semakin tinggi. Kecepatan berkurang karena terhambat oleh dasar lautan. Tetapi dengan massa yang besar dapat menghancurkan seluruh infrastruktur dan bangunan di pantai," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, dikutip dari Detikcom, Sabtu (29/9/2018).

Lalu, apa penyebab terjadinya tsunami?

Sutopo menjelaskan tsunami dipicu longsoran sedimen di dasar laut. Longsor itu disebut terjadi akibat gempa 7,4 SR yang mengguncang Donggala. Sedimen itu dibawa dari sungai yang bermuara di Teluk Palu. Sutopo mengatakan sedimen tersebut belum terkonsolidasi dengan kuat sehingga saat diguncang gempa terjadi longsor.

"Kenapa terjadi tsunami cukup besar, kami telah melakukan koordinasi dengan beberapa ahli tsunami ada 2 penyebab. Pertama, di Teluk Palu, yang kalau berdasarkan video tsunami menerjang cukup tinggi, ini disebabkan ada longsoran sedimen dasar laut kedalaman 200-300 meter," jelasnya.

"Ketika diguncang gempa 7,4 SR tadi akhirnya runtuh, longsor, dan membangkitkan tsunami. Kalau dilihat video di Pantai Talise, tsunami awal itu airnya jernih, tetapi kemudian datang dari laut bergelombang dan naik-turun airnya kondisinya keruh. Menurut analisis ahli, itu kemungkinan dipicu longsoran di dasar laut," tutup Sutopo. (***)

Sumber: Detikcom




BERITA BERIKUTNYA
loading...