Terkait Permasalahan Sarolangun Peringkat 4 IKP Se-Indonesia

KPUD Sarolangun Pertanyakan Metode Survei Bawaslu

Senin, 01 Oktober 2018 | 20:03:58 WIB

(Paradil Iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Permasalahan kabupaten Sarolangun yang  menempati peringkat ke empat Se-Indonesia dalam hal Indek Kerawanan Pemilu (IKP) pada Pemilu 2019 mendatang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Sarolangun. Pasalnya, Pelaksanaan Pemilu dikabupaten Sarolangun yang sejauh ini aman, namun kenyataannya pada hasil Survei pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Kabupaten Sarolangun berada di posisi ke empat Se-Indonesia terhadap kerawanan Pemilu 2019 mendatang.

Menanggapi hal itu, Ketua KPUD Kabupaten Sarolangun, M. Fakhri yang didampingi anggota Komisioner KPUD Sarolangun lainnnya mengakui sangat terkejut dengan hasil survei yang dikeluarkan oleh pihak Bawaslu RI, hal ini tentunya menjadi tanda tanya terkait pola metode survei yang dilakukan oleh pihak Bawaslu RI hingga mengeluarkan hasil IKP Sarolangun berada di peringkat empat Se-Indonesia tersebut.

"Kita juga terkejut dengan beberapa berita baik itu online, TV maupun koran yang mengatakan Sarolangun berada di peringkat ke empat kerawanan pemilu 2019 paling tinggi Se-Indonesia, padahal sejauh ini Sarolangun aman-aman saja saat melakukan proses pemilihan baik itu Pileg, Pilpres, Pilgub maupun Pilbup," ujar Fakhri, Senin (01/10) kemarin.

Lanjutnya, memang ada beberapa permasalahan saat proses pemilihan itu dilaksanakan, seperti Pemungutan Suara Ulang (PSU), maupun permasalahan daftar pemilih, hanya saja, permasalahan tersebut masih dalam katagori bisa diatasi dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau masalah yang ada saat pemilihan itu dilaksanakan, kita akui memang ada, tetapi itu masih bisa diatasi, tapi kalau kita bandingkan di daerah kabupaten lainnya, yang sampai pemilihan ulang, saya kira Sarolangun lebih aman," katanya lagi.

Menurutnya, pihaknya memang ada mengisi angket instrumen survei nasional dari Bawaslu RI, hanya saja pengisian tersebut berbentuk centang dengan jawaban YA atau TIDAK bukan berbentuk angka.

"Kita akui memang ada instrumen survei dari Bawaslu RI, tetapi itu kan hanya mencentang YA atau Tidak, ini kok malah angka yang keluar, kita ingin kejelasan metode survei itu saja," tegasnya.

Saat ditanya apakah ada pertemuan dengan pihak Bawaslu kabupaten Sarolangun terkait permasalahan tersebut, Ia mengakui hingga saat ini belum ada, hanya saja KPUD Sarolangun dalam waktu dekat ini akan menyurati Bawaslu Sarolangun mengenai alasan yang bisa diterima dan kejelasan metode survei yang dilakukan.

"Kalau bertemu membahas ini belum ada, tapi kita akan menyurati Bawaslu Sarolangun terkait permasalahan ini," ungkapnya.

Meskipun demikian, dengan permasalahan tersebut, Pihak KPUD Sarolangun akan bekerja extra dalam proses pelaksanaan setiapa tahapan pada pemilu 2019 mendatang, sehingga Pemilu 2019 di kabupaten Sarolangun berjalan aman dan lancar.

"Kita jadikan ini motivasi dalam bekerja, semoga pelaksanaan dalam setiap tahapan berjalan dengan lancar dan sesuai aturan yang ada," pungkasnya. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...