Terkait ASN Korupsi yang Dipecat Sesuai SKB Tiga Menteri.

Sekda Fadhil : Eksekusi Masih Menunggu Validasi Data dari BKN

Kamis, 04 Oktober 2018 | 06:59:47 WIB

(Raden Samsir/Jambione.com)

SENGETI - Pemerintah Kabupaten Muarojambi saat ini masih menunggu validasi data dari Badan Kepegawaian Nasional Republik Indonesia (BKN RI), untuk melakukan eksekusi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dipecat.

"Kita masih menunggu validasi data dari BKN," ungkap Sekda Muarojambi M. Fadhil Arief usai menghadiri paripurna Rabu (3/10/18).

Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Badan Kepegawaian Nasional dan Kementrian Dalam Negeri, ASN yang tersandung kasus korupai dan sudah mendapatkan kekuatan mendapatkan kekuatan hukum tetap (inkrah) akan dipecat. Kepastian data dari BKN ini nantilah, kata Sekda yang menjadi acuan mereka mengeksekusi siapa saja ASN Muarojambi yang akan terkena sanksi ini.

"Dari Kemenpan RB juga kan ASN (yang akan dipecat-red) terhitung terhukum sejak 2010 keatas. 2010,2011,2012,sampailah 2018. Yang sudah ditetapkan dan sudah inkrah itu harus diberhentikan. Kita nunggu validasi datanya," papar Sekda. 

Saat ini, lanjut Sekda, pihaknya memang sudah mempunyai data tentang ASN yang terkena sanksi ini."Tapi takutnya ada yang kurang dari situ. Nanti setelah data itu kita dapat langsuing kita proses pemberhentiannya," jelas mantan Kadis PMD Batanghari ini.

Disoal berapa data ASN di Muarojambi yang akan diberhentikan sesuai data yang dimiliki BKD Muarojambi?. Sekda menyebut menurut laporan terakhir yang diterima dari BKD ada tiga orang.

"Menurut laporan terakhir BKD, kalau terhitung 2010 setelah dikurangi yang pindah, datanya tinggal tiga orang, tapi takutnya ada data yang terhadap pegawai yang ternyata tidak terdata oleh kita. Kita sudah koordinasi juga dengan Pengadilan dan minta datanya disampaikan kepada kita," urainya.

Masih menurut Sekda, BKN berjanji akan memberikan data tersebut pada awal bulan ini. Namun hingga saat ini data tersebut belum juga turun. "Menurut janji BKN seharusnya oktober awal ini sudah keluar. Tapi belum kita dapatkan secara resmi. Tapi besok kita akan dengar dari kepala bkd karena beliau sedang menuju kesana sekalian untuk mengambil tes CPNS ini," pungkasnya.(adv).





BERITA BERIKUTNYA
loading...