HMI dan PMII Sarolangun Ancam Demo Ke DPRD

Kejari Kecewa Terhadap Eksekutif dan Legislatif

Kamis, 25 Oktober 2018 | 22:48:50 WIB

(Paradil Iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Meski tanpa dihadiri oleh pihak legislatif dan Eksekutif kabupaten Sarolangun,  namun acara diskusi publik tentang gagalnya pengesahan ABPD-P Kabupaten Sarolangun tahun 2018 berjalan dengan lancar. Dengan mengangkat tema "Sarolangun Riwayatmu Kini" dilaksanakan di Sekretariat Ikatan Wartawan Sarolangun (IWO) kabupaten Sarolangun, Kamis (24/10) pukul 09.00 pagi kemarin.

Acara yang dimotori oleh IWO Sarolangun tersebut dibanjiri dengan ungkapan kekecewaan dari sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Organisasi Kemahasiswaan, hal ini dikarenakan pihak yang  berkepentingan dalam terjadinya kegagalan pengesehan APBD-P kabupaten Sarolangun 2018 tidak hadir, bahkan perwakilanpun sama sekali tidak ada.

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Kejari Sarolangun, Ikhwan Nul Hakim. Menurutnya diskusi yang dilaksanakan sangat menarik, hal ini dikarenakan mnyangkut tentang nasib masyarakat Sarolangun yang terkena dari imbas dalam hal kepentingan kelompok.

"Seharusnya eksekutif dan Legislatif ataupun perwakilannya hadir, biar pesan dari diskusi bisa tersampaikan. Tapi kenyataannya keduanya tidak hadir, jujur saya sangat kecewa, padahal saya semangat sekali untuk menghadiri diskusi ini," ujar Kejari Sarolangun.

Lanjutnya melebarkan penjelasan, Pejabat yang berkepentingan dalam pengesehan APBD-P tersebut tidak mengetahui tupoksinya masing-masing, padahal sudah jelas prosedurnya yang sesuai peraturan. 

"Kenapa tidak dilaksanakan, karena tentu ada hal yang tidak tersepakati, apapun itu, tapi ini kan masyarakat Sarolangun yang menjadi korban, karena dampak dari tidak adanya APBD-P ini sangat luas," tegasnya.

Sementara Ketua KNPI JB Martin, mengatakan sangat prihatin dengan kondisi anggota Legislatif Sarolangun, yang seharusnya di masa akhir jabatannya memberikan yang terbaik,namun hanya memikirkan haknya tanpa memenuhi kewajibannya.

"Kondisi ekonomi saat ini sedang meningkat, bbm naik, dolar naik.Seharusnya APBDP inilah yang membantu ekonomi rakyat. Harapannya kedepan anggota DPRD bisa berbuat lebih baik lagi, benar-benar memperhatikan rakyat," ungkap Martien

Sementara, Ketua Umum HMI Sarolangun, Ilham Irawan dan Sekretaris PMII Sarolangun Zulfahmi, dalam penyampaian sama-sama  mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam, bahkan kedua organisasi ini sepakat untuk melakukan sebuah aksi gerakan dengan turun lansung ke gedung DPRD Sarolangun.

"Jujur, kami dari Organisasi PMII sangat kecewa, harus ada aksi yang dilakukan, biar para bapak yang terhormat di DPRD itu tau, kalau mereka itu dipilih oleh masyarakat Sarolangun, kenapa malah masyarakat yang dikorbankan," ujar Zulfahmi.

Untuk diketahui, dalam kegiatan diskusi publik tersebut dihadiri lansung oleh Kajari Sarolangun Ikhwan Nul Hakim, SH, yang merupakan salah satu dewan kehormatan IWO Sarolangun, Danramil Sarolangun Mayor CHB Mentomeri, para Dewan Etik IWO yakni Daryanto, Paradil Iwel, Hadinata Damanik, Ketua IWO Husnil Aqili, Wakil Ketua IWO Warsun Arbain beserta jajaran pengurus, Ketua KNPI JB Martin, Ketua HMI, Ilham, Sekretaris PMII Sarolangun Zulfahmi, perwakilan Polres Sarolangun Yurizal, perwakilan Dinas Kesehatan Haris serta anggota IWO Sarolangun. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...