Diduga Bohongi Publik, Dewan Polisikan Pihak Rekanan Bungo Expo

Jumat, 26 Oktober 2018 | 19:12:02 WIB

Tampak: Pelepasan balon beberapa pekan lalu yang di lakukan oleh PLT Gubernur Jambi dalam acara Bungo Investment Forum & Expo dan Sematera Bisiness Summit 2018
Tampak: Pelepasan balon beberapa pekan lalu yang di lakukan oleh PLT Gubernur Jambi dalam acara Bungo Investment Forum & Expo dan Sematera Bisiness Summit 2018 (Yadi/Jambione.com)

MUARA BUNGO- Sudah seminggu berjalanya  kegiatan Bungo Investment Forum & Expo dan Sematera Bisiness Summit 2018 dalam rangka HUT Bungo ke 53 yang dilaksanakan oleh rekanan (EO) di halaman area MTQ arah Bangko Lintas Sumatera, mencuatnya laporan dari masyarakat juga dewan perwakilan rakyat daerah(DPRD) kabupaten Bungo M Mahili mempertanyakan, Event Organizer (EO)  dinilai sudah membohongi publik.

M.Mahili, anggota DPRD Bungo mengatakan banyak konten acara yang tidak tersedia seperti janji EO pada Pemerintah Kabupaten Bungo saat persentase rancangan kegiatan yang dilakukan,sebelum acara di mulai  di rumah dinas Bupati sebelumya.

"Pada data atau dekumen yang diajukan ke Pemda Bungo, pihak EO mengatakan kegiatan ini akan dibuka oleh RI Satu yaitu  Ir H. Joko Widodo, dihadiri beberapa Menteri Kabinet Kerja, Gubernur se Sumatera dan Bupati/Wali Kota se Provinsi Jambi ," kata Mahili.

Pada kenyataannya? tidak ada satupun Bupati/Wali Kota se Jambi yang hadir dalam pembukaan Bungo Investment Forum & Expo dan Sematera Bisiness Summit 2018, apa lagi Gubernur se Sumatera, Menteri maupun Presiden Jokowi.

"Menurut saya ini suatu kebohongan yang besar. Banyak sekali yang tidak sesuai dengan persentasi. Saya meminta pertanggungjawaban EO. Karna realisasi tidak sesuai dengan apa yang dipersentasikan ," pintanya.

Dikatakannya, jika pihak EO tidak mau bertanggungjawab atas kebohongan yang sudah dilakukannya, Mahili berjanji akan membawa persoalan ini ke ranah hukum yaitu akan melapor ke polisi. Serta meminta legalitas EO ini sebagai penyelenggara.

Mahili  juga akan meminta kepada pihak Satpol PP agar menahan dulu peralatan mereka jika acara sudah selesai. Semoga permasalahan ini tuntas dan diproses sesuai undang –undang yang berlaku. Saya minta selesaikan dulu persoalan ini baru bisa pergi,”tutup Mahili (yad) 





BERITA BERIKUTNYA
loading...