Kasi Intel Sebut tak Ada Beban

Proses Penyelidikan Kasus Gratifikasi dan Pungli Terpenuhi

Selasa, 30 Oktober 2018 | 14:18:25 WIB

(Raden Samsir/Jambione.com)

SENGETI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi, tahun 2018 ini hanya menganggarkan satu kasus penyelidikan (Lid) untuk satu daerah dalam lingkup kabupaten setempat. Hal tersebut diketahui dari Kepala Seksi (Kasi) Intel, Kejari Muarojambi, Novan Harpanta SH, saat dibincangi di ruang kerjanya, Selasa, (30/10) kemarin.

Dijelaskan Novan, untuk daerah yang menjadi sasaran penyelidikan kasus dalam tahun ini yakni, KM 32, Desa Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong. Berdasarkan laporan masyarakat, sambung Novan, terlapor Kades Tanjung Pauh, diduga telah melakukan Pungutan Liar (Pungli) dan gratifikasi fee penjualan tanah warga. "Kriteria-kriteria proses penyelidikan sudah terpenuhi. Dan, saat ini kasus tersebut sudah ditingkatkan ke penyidikan (Dik) ke bagian Pidsus," kata anak muda yang baru menjabat selama enam bulan di Kejari Sengeti itu.

Masih menurut Novan, dirinya yang boleh dikatakan baru bertugas di Kejari Muarojambi, mengaku tidak pandang bulu dalam mengurai suatu kasus yang terjadi dalam lingkup kabupaten dimaksud. "Yang dianggarkan untuk proses penyelidikan cuma satu. Dua atau tiga juga kita libas. Gak punya beban kita. Tentunya ada indikasi pelanggaran hukumnya," ucap pria yang sebelumnya bertugas di Kejari Aceh.

Terpisah, Fauzan, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus), Kejari Muarojambi, membenarkan jika proses kasus dugaan Pungli dan gratifikasi Kades Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong sudah ditingkatkan ke Penyidikan. Fauzan menyatakan saat ini pihaknya lagi menentukan waktu yang tepat dan secepatnya untuk pemanggilan terlapor Kades Tanjung Pauh, Kecamatan Mestong. (wil)





BERITA BERIKUTNYA
loading...