Aparat Penegak Hukum Dinilai Lemah

Kekerasan terhadap Anak Masih Tinggi

Rabu, 07 November 2018 | 07:34:18 WIB

BERKUNJUNG: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yenbise, saat menghadiri acara kuliah umum di Unja kemarin. Kunjungan kerja Men PPPA ke Jambi termasuk juga untuk memeringati Hari Anak Nasional di Kota Jambi.
BERKUNJUNG: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yenbise, saat menghadiri acara kuliah umum di Unja kemarin. Kunjungan kerja Men PPPA ke Jambi termasuk juga untuk memeringati Hari Anak Nasional di Kota Jambi. (Andrey Mustari/Jambione.com)

JAMBI- Kasus kekerasan terhadap anak masih banyak terjadi di Indonesia, tidak terkecuali juga di Kota Jambi. Dalam satu hari, ada ratusan laporan kasus kekerasan terhadap anak yang masuk ke kementrian dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yenbise, saat menghadiri acara peringatan Hari Anak Nasional di Kota Jambi, Selasa (6/11).

Yohana mengatakan, Indonesia akan bebas dari kekerasan terhadap anak dan perempuan pada 2030 mendatang. Namun kata dia hal ini harus didukung oleh semua pihak terutama adalah aparat penegak hukum. kata dia selama ini aparat penegak hukum masih belum tegas dalam memberlakukan aturan yang ada. 

"Seharusnya pelaku pelaku kekerasan terhadap anak dan perempuan ini dihukum berat, itu yang selama ini kita lihat kurang optimal aparat penegak hukumnya," ujarnya.

Disampaikannya bahwa Kota Jambi menjadi salah satu Kota yang mendapatkan penghargaan sebagai Kota layak anak. Ini tentunya harus menjadi contoh daerah lainnya. “Ada 26 indikator yang harus diperhatikan untuk menjadi Kota layak anak. Tentunya kita terus memiliki PR agar anak anak selalu mendapatkan perlindungan,” katanya.

Kekerasan terhadap anak dan perempuan itu masih banyak terjadi di Indonesia. Khususnya kekerasan terhadap anak, baik kekerasan secara psikis, fisik, seksual hingga membuat trauma. "Kasusnya setiap hari masuk ke meja saya hingga ratusan,”ujarnya.

Untuk menurunkan angka kekerasan terhadap anak ini, pihaknya meminta kerjasama semua pihak. “Termasuk penegak hukum mulai dari kepolisian, jaksa dan hakim dalam menentukan hukuman bagi pelaku agar menjadi efek jera,”tegasnya.

Sementara itu menurut Budidaya, oleh Walikota Jambi mengatakan bahwa Kota Jambi selalu berupaya menciptakan kota yang layak bagi anak. Mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan lainnya. “Tentunya butuh kerjasama semua pihak. Sehingga Kota Jambi menjadi daerah yang nyaman dan aman bagi anak anak sehingga bisa menciptakan anak anak yang cerdas dan berprestasi,”ujarnya. (ali)





BERITA BERIKUTNYA
loading...