8 Pengedar Ditangkap, Barang Bukti 1 Kilo Senilai Rp 2 M Disita

Gawat! Narkotika Jenis Kokain Masuk Jambi

Rabu, 07 November 2018 | 07:37:44 WIB

BARANG BUKTI: Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS menunjukkan barang bukti 1 Kilo Kokain yang berhasil disita.
BARANG BUKTI: Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS menunjukkan barang bukti 1 Kilo Kokain yang berhasil disita. (Eko Siswono/Jambione.com)

 

JAMBI- Peredaran narkotika di Jambi makin mengkhawatirkan. Selain sabu sabu, ekstasi, ganja, dan putaw, kini narkotika jenis Kokain ternyata juga sudah beredar di negeri Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.  Ini terungkap setelah Tim Direktorat Reserse narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi berhasil membongkar jaringan sindikat pemasok dan pengedar Kokain tersebut di Jambi.

Sebanyak delapan anggota jaringan sindikat kokain ini berhasil ditangkap. Parahnya lagi, salah satu tersangka adalah mantan anggota polisi (Polri). Dari tangan mereka, Tim Ditresnarkoba Polda Jambi juga menyita  barang bukti Kokain sidap edar seberat 1 Kilogram (Kg). Jika dirupiahkan, nilainya mencapai Rp 2 Miliar.

Kedelapan tersangka itu yakni, mantan anggota Polri, Johan Maulana (31), warga RT 02  Kelurahan Kasang Jaya, Jambi Timur, Kota Jambi. Lalu, Sahrizal (31) Warga RT 9 Desa Talang Duku Kecamatan Taman Rajo, kabupaten Muarojambi, Sugiarto (40) warga RT 27 Kelurahan Tanjung Pinang, Jambi Timur, Kota Jambi, dan Syafi’i (35) warga RT 31 Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpe Ulu, Muarojambi.

Berikutnya, Ari Afrizal (45) warga RT 14 Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi, M Rasidiq (34) warga RT 26 Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, dan Syahrul Gunawan (23) warga Jalan Aditiyawarman RT 16 Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi. Satu orang lagi sebagai pemasok adalah H Miming (57) warga Jalan Pemda RT 3 Kecamatan Tanah Merah, Kuala Enok, Provinsi Riau.

Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, barang bukti Kokain seberat 1 Kg tersebut disita secara terpisah dari tangan beberapa tersangka yang ditangkap di tempat berbeda. “Hasil tangkapan tersebut dilakukan uji forensik di Polda Sumsel dengan berat 7,7 gram. Hasilnya positif kokain,” katanya kepada wartawan dalam jumpa pers di Polda Jambi, Selasa (6/11) kemarin.

Menurut Muchlis, dari pengakuan para tersangka, mereka sudah dua kali memasok dan mengedarkan Kokain di Jambi. Pada Agustus mereka mengedarkan 2 Kg Kokain. Tapi tidak terjual semua. Kurang dari 1 Kilo yang terjual. ‘’Sepertinya (Kokain) kurang diminati di Jambi. Alhamdulilah semoga narkotika jenis ini tidak masuk dan menyebar di Jambi lagi,” ujarnya.

Muchlis mengatakan, jika berhasil terjual, 1 kilo Kokain tersebut nilainya cukup fantastis, yakni Rp 2 Miliar.  “ 1 Gramnya itu dihargai Rp 2 Juta. Jika beredar dan dikonsumsi, narkotika jenis ini sangat berbahaya,” katanya.

Berdasarkan keterangan kapolda, penangkapan anggota jaringan sindikat pengedar kokain ini dimulai pada Jum’at (2/11) pekan lalu, sekitar pikul 15.00 Wib. Ketika itu, Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba mendapat laporan dari masyarakat bahwa sering dilakukan transaksi narkotika di seputaran RS Budi Graha, Kasang, Kota Jambi.

Selanjutnya tim opsnal langsung melaksanakan pnyelidikan ke alamat tersebut. Barulah pada Sabtu (3/11), sekitar pukul 22.00 Wib tim melakukan penangkapan terhadap Johan Maulana. Mantan anggota Polresta Jambi ini disergap ketika sedang berhenti di tepi jalan menggunakan motor Suzuki GSX R 150.

Saat dilakukan penggledahan, di tangan kirinya ditemukan satu buah plastik ukuran sedang diduga berisikan narkotika jenis kokain. Selanjutnya tim opsnal langsung menginterogasi Johan. Dia mengaku mengatahui keberadaan Kokain lainnya. Yakni ditangan Sahrizal.

 Selanjutnya tim langsung menangkap Sahrizal di Hotel Tepian Angso. Dari tanggan warga Desa Talang Duku ini disita satu paket plastik yang diduga berisikan Kokain. Setelah melakukan interogasi, tim lalu menuju rumah Sugiarto di RT 27 Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Jambi Timur dan langsung mengamanakannya. Di sana polisi hanya menemukan alat hisap sabu beserta plastik klip bening kosong.

Kemudian, dari keterangan Sugiarto dan Sahrizal didapat informasi bahwa mereka mendapat Kokain dari Syafi’i. Tim kemudian bergerak cepat menuju rumah, Syafi’i di RT 31, Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpe Ulu, Muarojambi. Dari lokasi, tim hanya mengamankan tersangka Syafi’i. Tidak ditemukan barang bukti.

Syafi’i memberi informasi mendapatkan Kokain dari Ari Afrizal dan Syahrul Gunawan. Kedeuanya ditangkap di Pelabuhan Talang Duku tanpa perlawanan. Syafi’i dan Ari Afrizal mengaku kokain yang diedarkan tersangka lain tersebut dia dapat dari H Miming, warga Kuala Enok, Riau.

Masih dari keterangan Syafi’i dan Ari Afrizal, keduanya mengambil kokain tersebut bersama Rasidiq menggunakan mobil Avanza Warna Silver B 1963 BYW.  Serah terima ‘’barang’’ dari H Miming itu dilakukan di Pelabuhan Kuala Tungkal.

Selanjutnya, Senin (5/11) sekitar pukul 05.00 Wib, sejumlah anggota tim Opsnal  Subdit I Ditresnarkoba Polda menuju Kuala Enok, Riau untuk memburu H Miming. Dia berhasil ditangkap tanpa perlawanan di kediamannya dan langsung dibawa ke Jambi.

Atas perbuatannya, para tersangka jerat dengan pasal 112 ayat (2) Jo pasal 32 ayat (1) undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara dan denda Rp 8 miliar rupaih. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...