Dugaan Manipulasi Dukungan Calon DPD RI Kemuning Gilang Pratiwi

GOOMisgianto Buka-bukaan di Depan DKPP soal Keterlibatan dua Anggota KPU Kota Jambi

Kamis, 08 November 2018 | 22:15:05 WIB

BERSIDANG-DKPP RI kemarin menggelar sidang dugaan manipulasi dukungan calon anggota DPD RI yang melibatkan PPK dan panwascam.
BERSIDANG-DKPP RI kemarin menggelar sidang dugaan manipulasi dukungan calon anggota DPD RI yang melibatkan PPK dan panwascam. (Fayzal/Jambione.com)

JAMBI-Dewan Kerhormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP), Kamis (8/11) kemarin, menggelar sidang atas dugaan pelanggaran kode etik manipulasi dukungan calon DPD RI, Kemuning Gilang Pratiwi (KGP) yang dilakukan pihak teradu yakni Ketua nonaktif PPK Kecamatan Jelutung, Misgianto dan Ketua Panwaslu Kecamatan Jelutung, Arif Rahmanudin.

Sidang tersebut langsung dipimpin Ketua Majelis DKPP RI, Hasyim Asaari dan dihadiri Komisoner Bawaslu RI, Frizt Edwar Siregar.

Dalam sidang tersebut terungkap bahwa Ketua PPK Jelutung, Misgianto, mengaku telah melakukan manipulasi dukungan calon anggota DPD RI tersebut. Dan Misgianto menyatakan itu dilakukanya berdasarkan adanya intervensi dari anggota KPU Kota Jambi yakni Yatno, Arif Lesmana Yoga dan ketua Bawaslu Kota Jambi Ari Juniarman.

Diungkapkan Misgianto, ini didapatkan dari ketua panwascam Jelutung Arif Rahmanudin. "Saya diminta Arif untuk menyatakan memenuhi syarat (MS) atas nama Kemuning Gilang Pertiwi," ujar Misgianto.

Selain itu, fakta lainnya diperkuat dengan bukti adanya percakapan Arif Rahmanudin dengan Misgianto melalui pesan singkat WhatsApp. Di sana disebutkan adanya kerjasama antara keduanya. Dalam sidang tersebut juga terungkap ada pertemuan di dua lokasi yang berbeda yakni di Pujasera dan Tugu Keris Siginjai. Namun pertemuan ini dibantah, karena hanya pertemuan biasa.

Ketua Majelis DKPP RI, Hasyim Asyaari mempertanyakan keberanian menyebut nama komisioner KPU  KPU Kota Jambi dan Pimpinan Bawaslu Kota Jambi. "Karena ini ditandatangani bermaterai lho, ada implikasi hukum," kata Hasyim.

Misgianto mengaku jika informasi ini didapatkan secara lisan dari Ketua Panwascam. Hal ini langsung dibantah Arif Rahmanuddin. "Saya tidak pernah mengatakannya (disuruh Yatno, Arif Lesmana Yoga dan Ari Juniarman)," kata Arif.

Hal ini juga langsung dibantah Arif Lesmana Yoga. "Saya tidak pernah menyuruh dan tidak pernah bertemu," katanya. Hal serupa juga disampaikan Yatno dan Ari Juniarman. "Tidak ada," katanya.

Majelis Hakim pun mengatakan Misgianto tidak pernah mencabut pernyataannya karena ditandatangani di atas kertas bermaterai soal permintaan tiga nama, Arif kembali menyatakan tidak ada.

Hakim pun di akhir sidang kembali menanyakan ke Arif Lesmana Yoga dan Yatno. Dan jawaban kedua petinggi KPU Kota tersebut tetap sama. "Tidak pernah," katanya.

Terkait hal itu, Ketua KPU Provinsi Jambi M. Subhan, menyarankan atas tuduhan nama KPU Kota Jambi agar melakukan klarifikasi dalam persidangan kode etik DKPP. “Kita minta anggota KPU mengklarifikasi hal ini pada sidang DKPP," katanya. (fay)





BERITA BERIKUTNYA
loading...