Korban Banjir Mulai Kesal: ‘’Kami Butuh Bantuan, Bukan Pejabat Selfie’’

Rabu, 05 Desember 2018 | 22:27:03 WIB

()

 

 jambione.com, Warga Perumahan Kembar Lestari II, RT 56, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi yang menjadi langganan korban banjir mulai gerah. Mereka kesal melihat tingkah polah sejumlah pejabat yang datang saat mereka kebanjiran. Menurut mereka para pejabat tersebut hanya melakukan peninjauan dan mendata warga yang terkena banjir. Namun tidak pernah ada bantuan dan Solusi kongkrit.

            Ketua RT 56  (perumahan Kembar Lestari II) Kelurahan Kenali Besar, Bujang Habif mengatakan perumahan Kembar Lestari II telah menjadi langganan banjir setiap kali turun hujan dengan intensitas tinggi. Namun, meski kejadian ini terus berulang, tidak pernah ada solusi dari Pemerintah Kota Jambi dan Pemerintah Provinsi Jambi.

Bahkan Bujang mengaku sangat menyangkan sejumlah pejabat yang datang hanya meninjau tanpa ada solusi dan aksi nyata. "Kalau kesini hanya meninjau, lalu meminta data korban dan foto foto sambil selfi. Setelah itu tidak ada lagi kabar beritanya. Ketika kesini lagi (saat banjir lagi), yang mereka lakukan itu itu lagi. Meminta data, foto foto. Ini terus berulang seperti itu. Kami ini butuh bantuan dan solusi, bukan melihat para pejabat selfi," ungkapnya dengan nada kesal,Rabu (5/12)

            Padal lanjut Bujang, saat kebanjiran mereka berharap banyak ada bantuan makan siap saji. Memang,  terkadang ada bantuan datang. Tapi tidak mencukupi sehingga warga kerap komplain.  " Bantuan cuman bahan mentah. Sedangkan kami butuh makanan. Bagaimana kami mau masak, sementara peralatan masak kami juga terendam air. Kalau seperti itu tidak usah dibantu saja sekalian," katanya lagi.

            Bujang menawarkan solusi kepada pemerintah, baik kota maupun provinsi untuk merelokasi warga yang berjumlah hampir 300 rumah tersebut ke tempat yang aman dari bencana banjir. "Kalau mau direlokasi kami mau. Ke tempat yang aman. Tempat ini dijadikan lokasi respan air. Malah cocok,"kata dia.

            Menurut Bujang, sudah banyak sekali kerugian yang diderita warga akibat banjir. Setiap kali banjir, hampir seluruh peralatan elektronik di rumah warga perumahan Kembar Lestari II tidak dapat digunakan lagi. "Saya sendiri ini ada dua tv yang rusak kena banjir. Belum lagi lemari es dan mesin cuci," ujarnya.

            Dia mengatakan bahwa banjir yang terjadi pada Senin malam hingga Selasa dini hari lalu merupakan yang terbesar dan terparah dari kejadian sebelumnya. Bahkan, banjir dengan arus yang cukup deras tersebut membawa masalah lain. Yakni lumpur masuk ke dalam rumah warga. "Ini banjir ketiga yang kami alami dalam kurun waktu dua bulan ini. Ketinggian air mencapai 1,5 meter," katanya.

            Diakuinya, bantuan tenda telah didirikan oleh Dinas Sosial Kota Jambi. Namun, itu sia sia saja. Pasalnya yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah makanan. Bukan tenda.  "Tolong dibuka dapur umum. Kami sangat membutuhkan tempat masak. Sebab peralatan masak kami sudah rusak akibat banjir. Saat ini kami harus beli makanan. Kalau begini terus lumayan juga," tandasnya.

Sekertaris RT 56, Deprizon menambah bahwa belum ada solusi kongrit dari pemerintah kota dan provinsi mengatasi banjir di perumahan tersebut. "Kami hanya dijenguk dan dijenguk saja. Tiba di sini mereka (pejabat) foto foto (selfi), terus pulang," katanya dengan nada kesal.

            Defrizon mengungkapan, dirinya sempat panik saat terjadi banjir pada Senin malam. Sebab, anaknya yang baru berumur 1,5 tahun mengalami kedinginan hingga menggigil. Lalu, arus air yang mengalir dan masuk ke rumah deras sekali sehingga mereka sulit untuk keluar mencari tempat aman.

            "Saya bingung saat itu. Saya telepon pak Lurah, dia bilang di Bogor. Saya telpeon lagi pak Camat,  di kasih nomor Kadis Damkar dan BPBD. Tapi masih untung ketika saya telepn diangkat. Dan bantuan perahu karet tiba," ungkapnya.

            Seperti Bujang Habif, Defrizon juga mengatakan banjir telah menyebabkan rawga mengalami kerugian puluhan bahkan ratusan juta. Banyak peralatan dan barang barang berharga milik warga yang rusak. Seperti mobil yang terendam, Kulkas dan peralatan elektronik. "Hampir semua barang elektronik tidak dapat difungsikan lagi alias rusak," ujarnya.(isw)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...