Kasus Pungli CPNS Sarolangun 2013

Kejati Terus Lakukan Pendalaman

Senin, 23 April 2018 | 10:52:16 WIB

Ilustrasi. Pungli.
Ilustrasi. Pungli. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Kasus pungli yang dilakukan mantan Kepala Bidang (Kabid) PMPTK Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun, M Daud pada kasus penerimaan CPNS Jalur Honorer K2 Sarolangun tahun 2013, Kejaksaan Tinggi Jambi analisa hasil pemeriksaan saksi dan tersangka.

 

Kasi Penyidik (Kasidik) Kejati, Imran Yusuf, mengatakan pihaknya saat ini tengah mengumpulkan semua hasil pemeriksaan saksi yang dilakukan oleh tim penyidik beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal itu diperlukan guna melakukan pendalaman terhadap kasus ini 

"Saat ini kita sedang memberikan analisa akhir," ungkap Imran Yusuf, Jumat (20/4/2018) lalu.

Imran, menegaskan, pemeriksaan saksi saat ini maupun tersangka saat ini telah usai dari keterangan-keterangan tersebut akan menjadi paham pertimbangan untuk dapat mengambil langkah selanjutnya.

 

"Pemeriksaan tersangka sudah, saksi-saksi sudah hampir selesai," tambahnya.

Sementara itu, Imran saat ditanya adakah tersangka baru dalam kasus ini, dirinya hanya dapat mengaskan jika pihaknya akan menganalisa hasil pemeriksaan kedua belah pihak.

 

"Kita analisa dulu, dari pemeriksaan," tutupnya.

 

Dalam kasus ini Kejati Jambi telah memeriksa sejumlah saksi termasuk Sekertaris Daerah (Sekda) Sarolangun Thabroni pada 11 April 2018 lalu.

 

Selain Tabroni, sebanyak 10 korban kasus pungli tersebut juga turut menjadi saksi terhadap tersangka M Daud.

 

M Daud Sendiri diamankan Kejati Jambi usai dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Kejati di Kejari Sarolangun pada 29 Maret 2018. Usai diperiksa penyidik M Daud langsung menggunakan rompi merah milik Kejati.

 

Selain langsung mengenakan topi mereka tersangka pungli CPNS Sarolangun tersebut juga langsung dibawa ke Jambi dan di tahan selama 20 hari usai ditetapkan tersangka.

Dalam kasus ini korban dari pungli CPNS Sarolangun tersebut berjumlah 17 orang korban. Masing-masing korban memberikan uang kepada M Daud secra berfariasi besarnya. Dari Rp 30 juta hingga ratusan juta rupiah.

 

Akibat perbuatannya, kerugian yang disertai 17 orang tersebut jika dilakukan kalkulasikan mencapai Rp 700 juta.

Akibat perbuatannya M Daud Terancam hukuman 5 tahun penjara sebagimana diatur dalam Pasal 11 atau pasal 12 huruf E undang-undang tindak pidana korupsi. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA
loading...