Diduga Terima Uang "Thank You" Gubernur Aceh Disandera KPK

Rabu, 04 Juli 2018 | 12:13:51 WIB

Gubernur Aceh
Gubernur Aceh (IST/Jambione)

Aceh - Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terjaring OTT KPK tadi malam. Selama menjadi gubernur, Irwandi selalu mengkampanyekan gerakan Hana Fee atau gerakan tolak fee alias 'uang thank you'.

Dirangkum dari detikcom, Rabu (4/7/2018), Gubernur Irwandi dalam berbagai kesempatan selalu meminta pejabat di Aceh untuk menganut mazhab hana fee. Hana artinya tidak ada, dan fee berarti biaya. Saat memberi sambutan, kalimat tersebut beberapa kali diulang.

Saat memberikan arahan kepada CPNS di lingkungan Kemenkumham Aceh yang baru lulus, Irwandi sempat menyelipkan kalimat tersebut. Sambutannya itu waktu itu disampaikan di depan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, pada Kamis (12/4/2018).

BACA JUGA: Uang Gaji PNS Rp 30 Miliar Ikut Tenggelam dalam Karamnya KM Lestari Maju

"Kami sangat menuntut setiap PNS yang ada di Pemerintahan Aceh bekerja secara profesional dengan mengedepankan empat hal, yaitu keterampilan, komitmen, disiplin dan loyalitas," kata Irwandi ketika itu.

"Kita dalam menjalankan Pemerintahan Aceh selalu menganut mazhab hana fee atau tanpa mengenal istilah fee," jelas Irwandi disambut tapuk tangan CPNS yang hadir serta pejabat Kemenkumham.

Sementara saat melantik 51 pejabat Eselon II a dan II b di lingkungan Pemerintahan Aceh pada Jumat (4/5/2018) sore, Irwandi juga mengingatkan pejabat tentang mazhab hana fee. Menurutnya, proses lelang proyek di lingkungan Pemerintah Aceh harus dilakukan transparan dan jujur.

"Saya ingatkan kembali, proses lelang tetap berlaku asas Hana-Fee. Lelang proyek APBA 2018 dilakukan secara bebas transparan, akuntabel, jujur dan tanpa intervensi. Siapapun memiliki peluang yang sama dalam proses lelang ini," ujar Irwandi.

Irwandi terjerat OTT KPK pada Selasa (3/7) malam. KPK menyebut total uang yang disita dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Aceh yaitu Rp 500 juta. Ada dugaan duit tersebut berkaitan dengan dana otonomi khusus (otsus) Aceh.

"Tim sedang mendalami dugaan keterkaitan uang Rp 500 juta yang diamankan kemarin dengan dana otonomi khusus Aceh tahun 2018," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (4/7/2018).

Duit itu disita KPK dalam rangkaian OTT yang menjerat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf. Selain Irwandi, ada seorang kepala daerah tingkat kabupaten di Aceh yang juga ditangkap serta 8 orang lainnya. (***)

Sumber: Detikcom


Tags:


BERITA BERIKUTNYA
loading...