20 Jemaah Haji Kloter 26 BTH Resiko Tinggi Telah Laksanakan Tawaf Ifadhah

Senin, 27 Agustus 2018 | 10:10:25 WIB

Jemaah yang Akan Tawaf Menggunakan Kursi Roda
Jemaah yang Akan Tawaf Menggunakan Kursi Roda (Doc Kanwil Kemenag Prov. Jambi)

Jambi –Sebanyak 20 Jemaah resiko tinggi telah melaksanakan Tawaf Ifadhah pada Minggu (26/08/2018), tatacara pelaksanaan tawaf bagi jemaah yang berisiko tinggi ini dibantu dengan kursi roda.

Jumlah total jemaah yang memiliki riwayat penyakit dan dalam pengawasan tim kesehatan kloter 26 BTH berjumlah 22 jemaah. Namun baru 20 jemaah saja yang diizinkan untuk melaksakan tawaf dan 2 jemaah masih mendapatkan perawatan intensif dari petugas kesehatan kloter 26 BTH.

Ketua Kloter 26, Thoif melaporkan, dua jemaah yang masih dirawat yaitu 1 orang jemaah saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit King Abdul Aziz dan satu lagi saat ini sedang dalam proses penyembuhan  maktab 70 Sektor 11. Jemaah ini kemungkinan segera menyusul Jemaah yang lain untuk melaksakan Tawaf dengan dibantu kursi roda, sedangkan jemaah yang dirawat di Rumah sakit King Abdul Aziz jika kondisi kesehatannya belum membaik maka tawafnya akan dibadalkan.

 “Dua Jemaah yang sedang dirawat, satu Jemaah saat ini sedang dirawat di rumah sakit King Abdul Aziz, dikarenakan kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan. Rencananya jemaah ini Tawaf nya akan kami badalkan, dan yang satu lagi, Alhamdulillah  kesehatannya telah membaik. Direncanakan segera menyusul untuk melaksanakan tawaf dengan dibantu kursi roda,” ungkap Thoif Saat di Hubungi Jambi One via seluler, Minggu (26/8).

Dapat dilaporkan saat ini, Minggu (26/08/2018) sebagian besar Jemaah Haji Indonesia telah melaksanakan Tawaf ifadhah. Thawaf ifadhah adalah diantara rukun haji yang mesti dilakukan. Jika tidak melakukan thawaf yang satu ini, maka hajinya tidak sah. Thawaf ini biasa disebut thawaf ziyaroh atau thawaf fardh. Dan biasa pula disebut thawaf rukun karena ia merupakan rukun haji. Setelah wukuf di ‘Arofah, mabit di Muzdalifah lalu ke Mina pada hari ‘ied, lalu melempar jumroh, lalu nahr (melakukan penyembelihan) dan menggunduli kepala, maka ia mendatangi Mekah, lalu thawaf keliling ka’bah untuk melaksanakan thawaf ifadhah.(***)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA
loading...