Terkait OTT Pejabat BKD Muarojambi, Jamhuri Minta Bongkar ke Akar-akarnya

Minggu, 30 Desember 2018 | 20:22:20 WIB

(Raden Samsir/Jambione.com)

SENGETI - Pasca operasi tangkap tangan (OTT) Kepala Sub Bidang (Kasubag) Pengangkatan di Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muarojambi, Muhamad Yusuf oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi pada Kamis 27 Desember 2018 lalu.

Terkait ini, Jamhuri, salah seorang Aktivis Jambi menilai, dalam pembuktian tipikor itu, ada unsur barang siapa, dan jelasnya di kaidah hukum pidana. Tindak pidana itu tidak bisa berdiri sendiri. Kalau memang tersangka ini membocorkan dokumen, siapa yang membocorkannya.

"Jadi saya minta kepada Kejari Muarojambi, kasus ini harus bongkar sampai ke akar-akarnya," kata Jamhuri, kepada awak media.

Ditambahkan Jamhuri, sebelumnya dirinya sangat apresiasi dengan kinerja Kejari Muarojambi yang telah membuka mata masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Muarojambi. Kata dia, prestasi ini bukanlah yang harus dibanggakan oleh Kejari. Pasalnya, kasus ini belum ada apa-apanya, ini seujung rambut pun belum. Karena hanya bisa mengungkap Rp 19,3 juta rupiah, masih terlampau kecil dan jangan hanya fokus dengan person yang ada saat ini.

"Saya minta di telusuri lagi. Tersangka ini adakah di belakangnya seseorang. Siapapun dia apapun latar belakangnya, keturunan siapapun dia dan faktor gennya, ketika dia koruptor kita sikat habis," ujarnya.

Selain itu, Jamhuri menyampaikan, untuk seluruh penyelenggara dan pejabat negara, siapapun anda dan dimana pun anda, ketika anda berstatus koruptor, 7×24 jam dirinya siap untuk menyikat para koruptor tersebut.

"Yang terjadi di Muarojambi itu hanya batu kecil. Jadi, kami akan bukak lagi yang jauh lebih besar lagi. Berhati-hatilah, waspada lah kalau yang sudah terlanjur korupsi tolong sadar dulu, sebelum ketangkap seperti ini," tandasnya.(wil)





BERITA BERIKUTNYA
loading...