Diduga Hasil Jarahan dari Hutan Rakyat

Dishut Sita 1.731 Kayu Gelondongan Tak Bertuan

Jumat, 04 Januari 2019 | 06:42:30 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

 

JAMBI - Dinas Kehutanan Provinisi Jambi menyita 1.731 batang kayu gelondongan di tujuh lokasi. Enam lokasi diantaranya di Desa Peninjauan, Kabupaten Batanghari dan satu lokasi di kabupaten Merangin. Penyitaan itu dilakukan pada 21 Desember 2018 lalu.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, A Bastari mengatakan kayu tersebut merupakan hasil laporan dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti. Kayu hutan rimba tersebut tersebar di tujuh lokasi dihanyutkan di anak sungai Batanghari. "Saat kita ke lokasi yang sangat jauh dan sulit dijangkau tersebut tidak ditemukan  siapapun untuk dimintai keterangan," katanya.

Bastari membeberkan, pada lokasi pertama ditemukan 624 batang kayu gelondongan dengan panjang 4 meter. Kemudian, di lokasi kedua 499 batang dengan panjang 4 meter dan lokasi ke tiga 150 batang dengan panjang 4 meter. Selanjutnya di lokasi ke empat ditemukan 190 batang dengan panjang 4 meter, lokasi ke lima 190 batang dengan panjang 4 meter, lokasi ke enam 106 batang dengan panjang 2,6 meter, dan lokasi ke tujuh 150 batang dengan panjang 4 meter yang masuk dalam wilayah Kabupaten Tebo. "Jumlah keseluruhannya 1.731 batang," ujarnya. 

Bastari menduga ribuan batang kayu gelondongan itu ditebang dari hutan rakayat yang berlokasi tidak jauh dari lokasi penemuan. "Ada dua izin hutan rakyat di wilayah itu. Kuat dugaan kayu tersebut berasal mdari sana,’’ katanya.

Saat ini kayu temuan tidak bertuan itu dalam proses penyelidikan. Pihak kehutanan sudah memanggil warga setempat, termasuk kepala desa terdekat dengan lokasi untuk dimintai keterangan. "Kades kita undang sudah. Tapi dia juga tidak tahu," sebutnya.

Hingga kemarin, Bastari mengaku belum mengetahui secara pasti siapa pemilik kayu kayu gelondongan tersebut siapa. Dia menduga kayu tersebut milik sawmil yang ada di sepanjang sungai Batanghari. " Atau dibawa sampai ke Jambi,"katanya.

Masalah lain, lanjut Bastari, mereka kesulitan menjaga barang bukti kayu temuan itu. Karena lokasi yang cukup jauh dan sulit di jangkau. Akibatnya, barang bukti sudah ada yang berkurang. Untuk pengamanan barang bukti ini, Bastari mengaku sudah mengirim surat ke Kementerian Kehutan meminta bantuan pengamanan.

Sita Kayu Tak Sesuai Dokumen

Selain temuan ribuan kayu gelondongan, Dinas Kehutanan juga mengamankan 27 kubik kayu menyalahi dokumen. Bersama barang bukti, PPNS Dinas Kehutanan juga menetapkan , dua tersangka berinisial MM dan SH.

Menurut Bastari, kedua tersangka ditangkap pada 1 Januari 2019 lalu saat memuat kayu di Jalan Lintas Bangko- Rantau Panjang, KM 26, Simpang Margoyoso, Kabupaten Merangin. "Dokumen kayunya dari Tebo, tapi muat di Merangin," katanya.

Kayu yang diamankan itu merupaka kayu hutan campuran yang dimuat dengan truk tronton merk Izuzu nomor polisi  B 9216 YY. "Total 27 kubik. Tapi belum dihitung ahli. Kayu tersebut akan dibawa ke Probolingo," ungkapnya.

Kayu Rimba Campuran tersebut sudah berbentuk kayu olahan yang siap digunakan. "Ada bentuk persegi, balok dan jenis lainnya," katanya. Sementara itu, kedua tersangka tersebut saat ini ditahan oleh Dinas Kehutanan guna pemeriksaan lebih kanjut. "Kita tahan dan kita periksa. Sedangkan mobilnya kita simpan di gudang bersama barang bukti kayu," katanya lagi. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...