Kadinkes Batanghari Sampaikan Hasil Uji Laboratorium Keracunan Massal

Jumat, 04 Januari 2019 | 15:35:14 WIB

(Ardian Faisal/Jambione.com)

Muara Bulian - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi akhirnya secara resmi menyampaikan hasil uji laboratorium penyebab kasus keracunan makanan massal ibu-ibu pengajian Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Jambi, 14 Desember 2018 lalu.  

"Hasil pemeriksaan BPOM telah keluar per tanggal 3 Januari 2019 Nomor: PM.04.06.892.01.19. Uji terhadap sampel makanan berupa gado-gado ditemukan sejumlah koloni mikroba jenis E.coli dan S.aureus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari, dr. Hj. Elfie Yennie, MARS, kepada jambionecom, Jumat (4/1) di ruang kerjanya. 

Menurut Elfie, butuh waktu cukup lama untuk pemeriksaan. Hal ini disebabkan karena sampelnya di proses dengan cara pembiakan untuk bisa mengetahui jumlah pasti koloni kumannya.

"Kesimpulannya, kasus KLB keracunan pangan di Rambutan Masam beberapa waktu yang lalu disebabkan oleh konsumsi makanan berupa gado-gado yang terkontaminasi oleh kuman Eschericia coli dan Staphylococcus areus," tegas Elfie. 

Ia meminta agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih dan mengolah makanan. Masalah keamananan pangan harus benar-benar harus diutamakan

"Masyarakat harus pandai dalam memilih bahan pangan. Pilihlah bahan yang masih segar dan tidak rusak," ujarnya. 

Bila berupa makanan kemasan, kata Elfie, sebaiknya harus cek KLIK (Kemasan, Label, Izin edar dan masa Kedaluarsa). 

"Pengolahan makanan harus memperhatikan aspek kebersihan dan menggunakan air yang memenuhi syarat kesehatan," sebutnya. 

Kasus keracunan makanan massal ibu-ibu pengajian menyerang 79 orang. Korban keracunan saat itu mendapat perawatan di Puskesmas Muara Tembesi dan RSUD HAMBA Muara Bulian. 

Keracunan makanan lebih banyak menyerang perempuan yaitu 69 dengan persentase 87,34%. Sementara laki-laki berjumlah 10 orang dengan persentase 12,65%.

"Penderita keracunan makanan golongan umur <5 tahun 1 orang, 5-9 tahun 7 orang, 10-14 tahun 10 orang dan >15 tahun 61 orang, totalnya 79 orang," ujarnya.

Populasi rentan pada KLB keracunan makanan adalah orang yang ikut makan berjumlah 79 orang. Attack tertinggi kasus 77,21% dan CFR 0% dari total populasi. 

Masih dari hasil investigasi, kata Elfie, makanan gado-gado di buat sendiri oleh tuan rumah dan keluarga dekat mulai pukul 14.00 Wib. Sedangkan bahan-bahan yang di beli berasal dari toko dan pasar. Untuk air minum di rebus berasal dari air PDAM. 

"Sampel yang di ambil untuk pemeriksaan laboratorium adalah gado-gado yang sudah di campur rata dengan bumbu, muntahan dan feaces," sebut Elfie. 

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan konfirmasi laboratorium tentang penyebab KLB keracunan makanan. Sampel di kirim ke laboratorium Kesehatan Provinsi Jambi tanggal 15 Desember 2018. 

"Untuk sampel di periksa Balai POM Provinsi Jambi tanggal 17 Desember 2018," tuturnya. (fai) 





BERITA BERIKUTNYA
loading...