Purba: Tuntutan Sukiman CS Itu Tak Mendasar

PT AAS Bantah Tudingan Serobot Lahan Warga

Selasa, 08 Januari 2019 | 00:25:36 WIB

Pihak Perusahaan saat menunjukkan lokasi lahan PT AAS yang ditanami oleh warga dengan pohon karet.
Pihak Perusahaan saat menunjukkan lokasi lahan PT AAS yang ditanami oleh warga dengan pohon karet. (Paradil Iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Terkait aksi yang dilakukan warga kecamatan Mandiangin terhadap PT. Agronusa Alam Sejahtera (PT. AAS) dengan tuntutan ganti rugi terhadap lahan yang diduga diserobot pihak perusahaan mendapat tanggapan serius dari pihak perusahaan. Bahkan pihak perusahaan mengatakan bahwa tuntutan dan tuduhan warga itu sangat lah tidak mendasar dan terkesan hanya membuat buat saja.

Hal ini dikatakan oleh Manager operasional PT. AAS, Purba saat dijumpai sejumlah wartawan di kantor PT AAS, Desa Jati Baru kecamatan Mandiangin, Senin  (07/12) kemarin. Dikatakannya bahwa tuntutan Sukiman cs sangat tidak mendasar, dan bisa dibuktikan dengan melihat langsung kondisi dilapangan.

"Kita juga bingung, tidak mungkin kita menggusur lahan kebun karet masyarakat untuk membangun perusahaan, dimana rumus aturannya gusur lahan warga bangun perusahaan, boleh langsung cek dilapangan dan tanya warga desa yang ada di sekitar PT AAS," ujar Purba.

Saat ditanya mengenai tuntutan ganti rugi lahan yang di klaim oleh Sukiman CS dengan uang Rp.52 Milyar. Purba mengatakan bahwa ganti rugi tersebut tidak akan dilakukan karena memang jelas tuntutan tersebut tidak benar.

"Mereka minta ganti rugi 52 Milyar, sementara kita tidak pernah melakukan apa yang dituduh oleh mereka  (Sukiman CS.Red) Karena jelas ada aturannya. Dulu peraturan nomor 39 sekarang peraturan nomor 83 dari Menhut, kalau ada tanaman karet, sejak semula kami biarkan atau sisihkan, boleh kita lihat," tegas Purba sembari menunjukkan lahan PT AAS yang telah ditanam dengan tumbuhan Akasia usia 6 tahun namun gagal dipanen akibat ada beberapa pohon karet warga usia 1 tahun.

Sementara warga disekitar perusahaan, Kodir (42) saat diwawancarai sejumlah wartawan mengatakan bahwa selama Ia berada disekitar PT AAS terhitung dari tahun 2000 mengakui belum pernah ada lahannya diserobot pihak perusahaan, bahkan saat ini, Ia mengakui selain memiliki lahan kebun karet 5 Hektar, Ia juga menekuni usaha budidaya Madu.

"Setau saya tidak benar itu mas, tidak mungkin lah PT AAS serobot lahan warga, saya saja dapat bantuan dari dana CSR PT AAS, dan saat ini Alhamdulilah saya membuat usaha budidaya madu," ujar Kodir, yang kebun karet dan usaha budidaya madunya berdampingan dengan kebun Akasia milik PT AAS.

Untuk diketahui, seperti diberitakan sebelumnya,  ratusan warga dari 12 desa di Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun melakukan aksi demontrasi yang dimulai sekira pukul 10.30wib, dengan membawa pengeras suara sound system serta memasang tenda darurat di halaman kantor Bupati setempat, tepatnya pada Rabu (26/12) beberapa waktu yang lalu. Aksi tersebut diakui masa berawal dari masalah penggusuran lahan kebun karet mereka oleh perusahaan PT AAS dan di ganti tanaman sengon oleh pihak perusahaan, aksi ini juga yang kedua mereka lakukan ke kantor Bupati.

Korlap aksi, Sukiman dalam orasinya mengatakan permasalahan antara warga dan perusahaan tersebut sejak tahun 2012 hingga saat ini tidak menemui hasil. Hingga akhirnya massa datang lagi ke kantor Bupati, karena pada saat aksi yang pertama mereka di janjikan oleh pihak pemkab yang di hadiri Sekda dan ketua DPRD Sarolangun HM Syaihu akan menyelesaikan apa yang menjadi tuntutan warga kepada pihak perusahaan.

Bahkan pada saat aksi itu, masa aksi sempat melakukan pemutaran ulang rekaman saat pertemuan dengan ketua DPRD.

"Mana ketua DPRD Sarolangun HM Syaihu, yang telah berjanji pada kami untuk menyelesaikan masalah kami dengan PT.AAS," teriak Korlap Aksi, Sukiman. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...