Akreditasi Bermasalah, 169 RS Tetap Bermitra Dengan BPJS

Selasa, 08 Januari 2019 | 14:50:12 WIB

()

 

Jambione.com, Sebanyak 169 rumah sakit (RS) mendapat rekomendasi dari Kemenkes untuk tetap bermitra dengan BPJS Kesehatan. Meski, RS tersebut masih bermasalah dengan sertifikat akreditasinya. BPJS memberi RS waktu enam bulan untuk memenuhi akreditasinya.

            "Kami sebenarnya ingin bekerja sama dengan rumah sakit. Namun, syarat akreditasi adalah aturan," ungkap Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris kemarin (7/1). Aturan adanya akreditasi sebagai syarat bermitra dengan BPJS Kesehatanterdapat dalam Permenkes Nomor 99 Tahun 2015.

Sebenarnya akreditasi bukanlah satu-satunya syarat bermitra dengan BPJS Kesehatan. Persyaratan lainnya adalah surat izin operasional, surat penetapan kelas rumah sakit, surat izin praktik (SIP) tenaga kesehatan, dan nomor pokok wajib pajak (NPWP) perusahaan. RS yang bermitra juga harus melampirkan surat pernyataan kesediaan mematuhi ketentuan yang terkait dengan program jaminan kesehatan nasional (JKN).

Menurut Fahmi, jika syarat tersebut tidak terpenuhi, RS tidak bisa bermitra. Untuk saat ini, ada 19 RS dan 3 klinik yang diputus mitra karena tidak bisa menunjukkan syarat tersebut. "Ada yang tidak ada dokternya," tuturnya. Namun, setelah persyaratan kembali dipenuhi, RS dan klinik tersebut bisa bermitra dengan BPJS Kesehatan.

            Ketua Perhimpunan RS Seluruh Indonesia (Persi) Kuntjoro Adi Purjanto mendorong RS agar mengurus akreditasi. Persi di daerah, menurut dia, kini sedang memantau. "Tidak hanya menginventarisasi, tapi juga terjun langsung ke rumah sakitnya," tuturnya.

Kuntjoro mengapresiasi Kemenkes dan BPJS yang tetap memberikan kesempatan kepada RS yang belum bisa menunjukkan sertifikat akreditasinya. Apalagi, Menkes Nila Moeloek menjanjikan kemudahan bagi rumah sakit di daerah. (*/jpg)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...