Mediasi Kembali Memanas, Wartawan di Usir Saat Meliput

Kamis, 10 Januari 2019 | 15:16:33 WIB

(Paradil Iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Kamis (10/01) melakukan mediasi konflik antara PT Agronusa Alam Sejahtera (AAS) bersama LSM Suaka Pelindung, Pelestasi dan Penjaga Lingkungan Hidup (SP3LH), di ruang pola utama Kantor Bupati Sarolangun. Namun, saat melakukan peliputan pada pukul 13.30 wib, para awak media yang sebelumnya bisa ikut meliput langsung diusir oleh oknum petugas satpol pp sarolangun.

Tentu hal tersebut, para awak media merasa sangat kecewa dan menyayangkan kejadian tersebut sehingga para awak media tidak bisa menjalankan tugasnya untuk melakukan peliputan secara mendalam. 

Kondisi itu dikatakan, Ketua IWO Sarolangun Husnil Aqili  mengatakan bahwa pengusiran para awak media saat bertugas telah melanggar UU Pers Nomor 40 tahun 1999, tentang kebebasan pers. 

"Ketika ini tidak diperbolehkan, artinya kan ada apa. padahal UU pers itu sudah jelas, soal kemerdekaan pers dalam melakukan peliputan," ujar Husnil.

Menurutnya, rapat yang dalam upaya mediasi yang dilakukan Pemkab Sarolangun adalah rapat terbuka, seharusnya para awak media tidak ada pelarangan melakukan peliputan, sebab para awak media ingin mendapatkan data secara lengkap. 

"Tadi saya tanya petugas (oknum Pol PP), siapa yang nyuruh keluar. jawab dia kasatpol pp," katanya lagi.

Kekecewaan itu juga di ungkapkan oleh Ketua Aliansi Jurnalis Harian Bersatu (AJHB) Sarolangun, Arfandi. Menurutnya kegiatan peliputan yang dilakukan wartawan merupakan tugas yang dibebani oleh atasannya untuk membuat berita yang akan diterbitkan media tempat Ia bertugas, dan tentunya akan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

"Supaya masyarakat akan tahu tentang publikasi kita, kalau seperti ini kita jadi tertekan, ini sudah melanggar undang-undang Pers," tegas Arfan. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...