Kompensasi Tunggu Hasil Tim Investigasi

Soal PT AAS, Wabup Sebut Tak Ada Ganti Rugi

Kamis, 10 Januari 2019 | 20:27:04 WIB

(Paradil iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Setelah proses mediasi, diruang pola kantor Bupati Sarolangun, Kamis (10/01) dilakukan, akhirnya pemerintah daerah Kabupaten Sarolangun akan membentuk tim Investigasi untuk melakukan pengecekan dilapangan guna mengetahui titik persoalan yang sebenarnya.

Selain  itu, tim Investigasi juga akan melakukan pendataan terhadap tanaman berpenghasilan seperti pohon karet atau sawit yang tumbuh didalam lahan PT AAS. Hal ini dikatakan Wakil Bupati Sarolangun, Hilallatil Badri usai proses mediasi dilakukan. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah ada penyerobotan lahan atau tidaknya, hanya saja tuntutan ganti rugi yang diminta masyarakat sulit untuk dipenuhi dikarenakan pihak perusahaan tetap mengotot tidak akan melakukan ganti rugi yang ada hanya kompensasi.

"Tidak ada istilah ganti rugi, yang ada hanya kompensasi, itupun tergantung oleh tim investigasi, karena hasil mediasi tadi kita akan membentuk tim Investigasi dan kita sudah sepakat tim investigasi nantinya akan melakukan pengecekan di lokasi terkait permasalahan lahan yang dipermasalahkan itu," katanya lagi.

Di samping itu, pihak pemkab Sarolangun akan melakukan komunikasi dengan pihak kementerian Kehutanan RI terlebih dahulu, untuk memastikan mengenai wilayah izin penanaman PT AAS tersebut.

"Masalah lahan ini, makanya kita akan komunikasikan dengan pihak kementerian kehutanan, apakah langkah yang harus dilakukan agar permasalahan ini cepat diselesaikan," terangnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk bisa menahan diri, dan tidak bersikap anarkis terhadap pihak perusahaan, apalagi sampai melakukan pencegahan pihak perusahaan dalam beraktifitas.

"Yang penting masyarakat tenang dulu, biarkan tim Investigasi bekerja dahulu, yang pasti Pemda berada di tengah-tengah dan hanya membantu bagaimana persoalan antara PT AAS dan masyarakat Mandiangin cepat selesai," pungkasnya. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...