Jadi Tersangka IUP Baturbara Sarolangun, Bos Tamarona CS Bakal Disidang di Jambi

Jumat, 08 Februari 2019 | 10:35:40 WIB

(Ist/Jambione.com)

JAMBI – Enam tersangka kasus dugaan izin usaha pertambangan (IUP) Batubara di Kabupaten Sarolangun seluas 400 hektare (ha) yang menyeret sejumlah pengusaha salah satunya Matlawan Hasibuan, Bos PT Tamarona tersebut bakal disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

 Ketua Tim Penyidikan Pidana Kusus Kejagung, Sapta Subrata mengatakan kasus yang menyeret Matlawan tersebut nantinya akan di limpahkan Kejaksaan Agung ke Pengadilan Tipikor Jambi setelah berkas perkara dinyatakan lengkap.“Tersangkanya sudah ada, nanti akan dilimpahkan kesini,” katanya, Kamis (7/2/2019) di Kejati Jambi.

Namun, sayang ia tidak bisa memastikan kapan perkara tersebur akan dilimpahkan ke Jambi secara pastinya. “Tapi waktunya belum tahu kapan,”ungkapnya.

Dia menegaskan proses pemanggilan dan pemeriksaan saksi masih terus berjalan. "Ada sudah diperiksa Kejaggung (Saksi yang diepriksa penyidik,red).

Namun, mantan orang penting di Kejati Jambi ini, enggan menyebut jumlah saksi saksi yang telah diperiksa."Ada saksi," singkatnya.

Namun ketika ditanya terkait kedatangannya di Kejati Jambi bersama tim Kejagung lainnya, Saptam mengaku bukan dalam rangka melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Karena kata dia, pemeriksaan dilakukan di Kejagung. "Bukan (pemeriksaan saksi,red) ini acara inspeksi," singkatnya.

Sementara itu, Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jambi, Lexy Paratani saat dikonfirmasi terkait kedatangan orang kejagung tersebut mengatakan kujungan kerja dari kejangung" Hari ini kesini untuk persiapan reformasi birokrasi," singkatnya.

Seperti diketahui, dalam kasus ini Kejagung menetapkan enam tersangka yakni BM Direktur Utama PT. Indonesia Coal Resources, MT Pemilik PT. RGSR/ Komisaris PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa, ATY Direktur Operasi dan Pengembangan, AL Direktur Utama PT. Antam, HW Senior Manager Corporate Strategic Development PT. Antam serta, Matlawan Hasibuan (MH) Komisaris PT. Tamarona Mas International.

Penyidik Kejagung sempat melakukan penggeledahan pada beberapa tempat di Jambi.  Mulai dari kantor pengusaha batubara hingga kantor Pemda Sarolangun. Hasilnya, kasus ini ditingkatkan ke penyidikan dan ditetapkan tersangka.

Dalam kasus ini beli saham batubara ini, diduga telah terjadi kerugian keuangan negara yang cukup besar. Nilainya mencapai Rp 91,5 miliar. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...