WN Korea Sebarkan Ajaran Kerajaan Yehuwa, Warga Kasang Pudak Resah

Senin, 11 Februari 2019 | 09:25:42 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI -- Dua Warga Negara Asing (WNA) asal Korea membikin resah warga Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi. Mereka diduga telah melakukan peyebaran dan pembagian buku serta brosur tentang ajaran Kerajaan Yehuwa, Minggu (10/2/2019) kemarin.

Dua WNA tersebut ternyata didampingi dengan warga Indonesia lainnya. Diduga selain menyebarkan ajaran Yehuwa mereka juga diduga telah melanggar izin tinggal di Indonesia.

Pembagian brosur dan buku ajaran Yehuwa tersebut sontak membuat warga curiga. Tak sekedar curiga, warga bahkan menolak kedatangan WNA dan WNI yang menemaninya itu.

Salah satu warga Kasang Pudak, Janiarto mengatakan mereka membagikan buku dan brosur sehingga membuat warga resah. Mereka membagikan dari rumah ke rumah atau door to door.

"Mereka menyampaikan bahwa ajaran kerajaan Yehuwa adalah ajaran yang baik dan harus disebarkan kepada masyarakat," katanya.

Melihat gerak gerik warga asing tersebut, Janiarto kemudian menghubungi pihak berwajib yakni Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Polsek Kumpeh Ulu. 

"Mereka ini meresahkan mas, masalahnya disini mayoritas Islam," pungkasnya

Tidak lama dari laporan Juniarto tersebut Babinsa Koramil 415-06/Pijoan Sertu Syamsori bdan Bhabinkamtibmas Polsek Kumpeh Ulu Bripka Ikha Adi tiba di lokasi dan langsung menanyakan maksud dan tujuan membagikan buku dan brosur tentang ajaran kerajaan Yehuwa. "Kami menanyakan dokumen (KTP dan Paspor) WNA asal Korea, namun saat diminta dokumen tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen dengan alasan ketinggalan di mobil," kata Babinsa.

Informasinya Dua warga WNA tersebut mengelabuhi. Ia berpura pura mengambil dokumen serta paspor. Namun kedua WNA tersebut melarikan diri. Kemudian salah seorang jemaat Kerajaan Yehua, Rumpil Saragih menghubungi pengurus jemaat Kerajaan Yehuwa atas nama Sukardi Bong untuk datang ke lokasi.

Tidak lama kemudian, Sukardi Bong tiba di rumah Matrayo untuk memberikan penjelasan terkait kegiatan jemaat Kerajaan Yehuwa di Balai Desa, Desa Kasang Pudak, selanjutnya diadakan pertemuan di Balai Desa Kasang Pudak.

Adapun hasil dari pertemuan tersebut, telah disepakati agar bersama-sama untuk menjaga kerukunan antar umat beragama dan saling menghormati setiap agama.

Poin selanjutnya, apabila jemaat Kerajaan Yehuwa akan melaksanakan kegiatan keagamaan harus memberitahukan ke pemerintah desa untuk mendapatkan rekomendasi dari pihak pemerintahan desa, agar tidak terjadi gesekan di lingkungan masyarakat yang dapat menimbulkan keresahan dan gangguan Kamtibmas.

Dari informasi yang didapat, dua warga Desa Kasang Kumpeh RT 07, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi, yakni Rumpel Saragih (jemaat Kerajaan Yehuwa) dan Natalia Putri Saragih (putri dari Rumpel Saragih). Sedangkan 2 orang WNA asal Korea yang melarikan diri belum diketahui identitasnya.(isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...