Potensi Ekonomi Kreatif Jambi Mejanjikan, ABJ Perjuangkan Punya Kantor Perwakilan Bekraf

Rabu, 10 April 2019 | 20:38:02 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) merupakan lembaga pemerintah non kementrian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif dan saat ini sudah memiliki kantor perwakilan di daerah. Namun, baru 2 Provinsi yang ada di daerah, yakni di Provinsi Jawa Barat dan Bali.

Anggota DPD RI Dapil Jambi, Abu Bakar Jamalia (ABJ) sedang mengupayakan kantor perwakilan Bekraf juga akan ada di Jambi. Menurutnya, Jambi sangat memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. 

"Kita akan dorong ekonomi kreatif yang ada di Jambi bisa berkembang, apalagi anak muda Jambi para generasi millenial saat ini sudah memasuki era digital yang serba online. Millenial Jambi harus bisa bersaing sampai ke kancah nasional," kata ABJ, Rabu (10/04/2019).

Sebagai Senator, ABJ sudah menyampaikan rencananya untuk membentuk kantor Perwakilan Bekraf di Jambi. Memang saat ini, disebutkannya baru ada 2 Provinsi yang memiliki kantor perwakilan Bekraf di daerah, di Provinsi Jawa Barat dan Bali.

"Sudah kita sampaikan dan sedang kita perjuangkan agar nantinya Jambi juga punya kantor perwakilan Bekraf, dengan melalui kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi tanda tangan nota kesepahaman (MoU) bersama Bekraf," jelasnya.

Sementara itu, sebelumnya Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu menyatakan bahwa Provinsi Jambi memiliki potensi ekonomi kreatif yang menjanjikan. Bekraf hadir untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif Jambi.

"Bekraf juga mempunyai tugas dalam merumuskan kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa serta televisi dan radio," jelasnya.

Untuk diketahui, Bekraf membentuk perwakilan di tingkat daerah yang menjadi lokasi percontohan, Provinsi Jawa Barat dan Bali. Hal itu tertuang dalam MoU yang ditandatangani oleh Kepala Bekraf Triawan Munaf dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Bali I Wayan Koster.

Sementara untuk daerah tingkat II, Bekraf juga menggandeng Pemerintah Kabupaten Gianyar, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kota Pekanbaru, dan Pemerintah Kota Banjarbaru, serta Pemerintah Kabupaten Deliserdang. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...