Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia Jadi 526 Orang

Sabtu, 04 Mei 2019 | 06:36:45 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBI- Jumlah korban meninggal dunia dalam penyelenggaraan pemilu serentak 2019 sudah mencapai 526 orang. Korban terbanyak dari anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Berdasarkan data yang dirilis KPU RI, hingga Jumat (3/5) kemarin, sudah 412 orang KPPS yang meninggal dunia. Lalu Bawaslu 92 orang dan dari Polri 22 orang.

Dibandingkan data KPU Kamis (2/5), jumlah penyelenggara pemilu meninggal bertambah sebanyak 30 orang. Salah satu korban meninggal Jumat kemarin adalah Abidin (44), Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Tanjung Solok, Kecamatan Kuala Jambi, Tanjab Timur, Provinsi Jambi.

Abidin menghembuskan nafas terakhirnya di RS MMC Jambi sekitar pukul 11.00 WIB. Almarhum diduga meninggal karena kelelahan. Selain sibuk mengurus pemilu, korban juga merupakan seorang guru di Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah di Kecamatan Kuala Jambi.

Informasinya, kesibukan almarhum sejak Maret hingga April lalu memang cukup padat. Mulai dari menyiapkan para siswa Madrasah Aliyah mengikuti ujian akhir pada akhir Maret lalu. Kemudian disambung dengan kesibukannya sebagai penyenggara pemilu, mulai hari pencoblosan hingga rekapitulasi di tingkat kecamatan. Terakhir, kembali menyiapkan para siswa Tsanawiyah yang akan mengikuti ujian akhir.

“Almarhum sepertinya memang kelelahan. Bahkan terakhir korban sempat mengantarkan para siswanya ke Kota Padang dalam rangka liburan usai ujian,” ujar Camat Kuala Jambi Taufik.

Usai mengantarkan para siswanya inilah, kondisi Almarhum ngedrop. Bahkan sekembalinya dari Kota Padang, Senin (29/4) lalu, Almarhum memutuskan tidak pulang ke Tanjabtim. Dia memilih beristirahat di Kota Jambi. Namun kondisi almarhum tampaknya tidak kunjung pulih. Sebelum dirawat RS MMC Kota Jambi, almarhum sempat terjatuh dari tempat tidur.

“Hal inilah yang memutuskan pihak keluarga akhirnya membawa Almarhum di rawat di RS MMC,” ujar Saimah, salah seorang kerabat almarhum yang juga menjadi anggota KPPS Kampung Laut. “Almarhum sempat mendapat perawatan sekitar dua hari di rumah sakit. Namun akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB Jum’at (3/5),” tambahnya.

Ketua KPU Kabupaten Tanjabtim Nurkholis mengatakan, kepergian Almarhum menambah daftar penyelenggara pemilu di Kabupaten Tanjabtim yang meninggal dunia. Berdasarkan data yang dimiliki KPU, tercatat sebanyak 18 penyelenggara pemilu di Kabupaten Tanjabtim mengalami sakit. Dimana saat ini dua diantaranya telah meninggal dunia, 5 tengah menjalani rawat inap, dan 11 lainnya tengah melakukan rawat jalan.

“Dengan meninggalnya Ketua PPS Kelurahan Tanjung Solok, maka penyelenggara pemilu di Tanjabtim yang meninggal sekarang berjumlah dua orang,” katanya. “Atas nama pribadi dan mewakili KPU Tanjabtim, kami turut berduka atas musibah ini,” pungkasnya.

Kematian Abidin ini menambah daftar korban meninggal di Jambi menjadi 5 orang. Sebelumnya tercatat sudah empat orang penyelenggara pemilu di Jambi yang meninggal. Yakni di Muarojambi 1 orang, Kota Jambi 1 orang , Sarolangun 1 orang dan Tanjabtim jadi 2 orang.

Sementara itu, data dari KPU RI,  jumlah penyelenggara pemilu meninggal dunia bertambah 30 orang, menjadi 412 orang. Selain itu, sebanyak 3.658 lainnya dilaporkan sakit. ‘’ Total 4.070 tertimpa musibah," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPU RI Arif Rahman Hakim, Jumat (3/5). enyelenggara yang dimaksud meliputi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

"Itu masih yang terakhir saya dapat masih 412 (meninggal) yang tadi malam, pukul 08.00 WIB malam, tanggal 2 Mei kita dapat dan dihimpun dari daerah," tambah Komisioner KPU Evi Novida Ginting di Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan, Jumat (3/5).

KPU belum bisa mengevaluasi peristiwa banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Evi memastikan evaluasi akan dilakukan setelah rekapitulasi secara nasional rampung. 
"Ya selesai semua tugas yang harus kita selesaikan. Nanti selesai rekapitulasi, selesai sengketa hasil, itu sengketa hasil kan memakan waktu sampai 45 hari ke depan setelah penetapan oleh KPU. Tentu ini perlu waktu untuk evaluasi," terang Evi.

 Evi menyadari evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019 penting dilakukan. Nantinya, sebut Evi, evaluasi akan melibatkan pihak-pihak terkait. "Tentu saja evaluasi ini penting, setiap penyelenggaraan pemilu kita tidak pernah tidak melakukan evaluasi dan evaluasi itu kita sampaikan pada berbagai pihak kepada stakeholders. Kita libatkan juga mereka untuk melakukan evaluasi dan ini tentu menjadi suatu kebiasaan yang memang harus kita lakukan, jadi tetep saja kita lakukan evaluasi," papar Evi.

Terkait santunan, Evi berharap setiap KPU daerah dapat membantu memenuhi persyaratan pemberian bantuan. Bantuan KPU daerah diperlukan agar penyaluran santunan ini dapat berjalan lebih cepat.

"Kita sekarang kan sudah menyelesaikan juknis (petunjuk teknis) ya, nanti tentu ada prasyarat yang harus dipenuhi untuk memberikan santunan yang kita harapkan teman-teman di daerah propinsi maupun kabupaten/kota bisa membantu kita untuk memenuhinya sehingga nanti penyalurannya bisa lebih cepat," papar Evi.

Sementara itu, di jajaran Bawaslu, data terakhir Kamis (2/5) lalu, jumlah jajaran bawaslu yang meninggal dunia sebanyak 92 orang . Sakit rawat inap 398 orang, dan rawat jalan1.592 orang. "Dari catatan kami, bahwa yang dari jajaran Bawaslu sampai hari ini tercatat yang rawat inap jumlah 398 orang, kemudian yang rawat jalan 1.592 orang,’’ kata Ketua Bawaslu Abhan.

Lalu, dari  pihak Polri, data terbaru ada 22 orang personel yang gugur pada Pemilu 2019. Mereka meninggal dunia karena saat melaksanakan tugas terkait mengamankan jalannya Pemilu 2019.  "Yang sudah gugur 22 orang, 5 orang sakit tapi tidak sempat dievakuasi ke rumah sakit, 11 orang kelelahan dibawa ke rumah sakit namun meninggal, dan 2 orang kecelakaan, lalu 4 orang kecelakaan tunggal," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat acara Ngopi Bareng bertema 'Penghormatan Bagi Pejuang Demokrasi' di kantor Ombudsman, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (30/4).(zal/kum)





BERITA BERIKUTNYA
loading...