Depresi Ditinggal Istri, Warga Pauh Mengapung di Sungai

Senin, 13 Mei 2019 | 05:23:13 WIB

(Paradil Iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Seorang pria 29 tahun di Kecamatan Pauh, Sarolangun ditemukan tewas mengapung di sungai, Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Sabtu (11/5) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. Tubuh pria yang diketahui berinisial YS itu pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak memancing ikan. Kondisinya sudah membusuk. 

Informasinya, malam itu warga bernam Kadir dan beberapa rekannya pergi mancing ikan di sungai. Diperjalanan mereka mencium bauk busuk menyengat dari arah sungai. ‘’ Kami lalu mencari sumber bau. Ternyata mayat manusia mengapung di sungai. Mayat tersebut nyangkut di tepi Sungai Landak, sekitar 3 Kilometer dari desa Lubuk Kepayang," kata Kadir, warga Lubuk kepayang yang menemukan mayat tersebut.

Setelah menemukan mayat tersebut, Kadir dan kawan-kawan lansung pulang ke Desa Lubuk Kepayang memberi tahu warga lainnya. Tak lama kemudian beberapa anggota bersama warga mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Setelah dilakukan indentifikasi, pihak kepolisian berhasil mengetahui indentitas mayat tersebut yang berinisial YS (29), warga Kecamatan Pauh.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, melalui Kapolsek Air Hitam Iptu Charles M. Sitorus mengatakan, saat dievakuasi kondisi mayat sudah membusuk. Bagian kaki kanan sudah tinggal tulang. "Ya benar, kondisi mayat sudah membusuk dan mengapung di sungai," ujar Kapolsek, Minggu (12/5).

Menurut dia, di sekitar lokasi, anggota juga menemukan satu unit sepeda motor Honda Revo warna Hitam diduga milik korban. Motor tersebut ditemukan kurang lebih 500 meter dari lokasi mayat korban ditemukan. "Dari keterangan warga, motor yang kita temukan tidak jauh dari TKP adalah milik korban yang merupakan warga kecamatan Pauh  berinisial YS," terangnya.

Setelah mengetahui identitas mayat, polisi langsung menuju kediaman korban untuk memintai keterangan lebih lanjut.  Dari keterangan keluarganya diketahui korban meninggalkan rumah pada hari Selasa, 7 Mei lalu dalam keadaan keadaan sehat. Paman korban, HB membenarkan motor yang ditemukan di sekitar lokasi adalah milik korban.

 Sitorus mengungkapkan, berdasarkan dari keterangan pamannya,  korban diketahui baru sembuh dari depresi atau gangguan jiwa. ‘’ Korban sudah dua kali depresi. Pertama kali pada tahun 2011 dan kumat lagi pada tahun 2018 saat ayahnya meninggal. Saat ini korban juga sedang ada masalah rumah tangga dengan istrinya,’’ jelasnya.

Menurut keterangan tetangganya, pada  Selasa pagi (7/5) korban pergi kerja berkebun. Sekitar pukul 09.00 Wib, korban mendapat telepon dari keluarga bahwa istrinya pergi. Diduga sang istri pulang ke kampung halaman di Jawa

 "Korbanpun langsung pulang ke rumah. Namun tidak menemukan istrinya. Lalu korban menyusul istrinya ke loket Family Raya Sarolangun. Tapi juga tidak ada. Lalu korban pulang ke rumah. Sekitar pukul 11.00 Wib korban pergi lagi dan diketemukan sudah menjadi mayat pada Sabtu, malam. Sampai saat ini Penyidik masih menggali keterangan para saksi dan mendalami penyebab kematian korban,” pungkasnya. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...