Baby Lobster Rp 18 Miliar Gagal Diselundupkan

Selasa, 14 Mei 2019 | 12:14:18 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI- Tim Direktorat  Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster ke Singapura.  Baby lobster senilai Rp 18 Miliar diamankan anggota di Jalan Gatot Subroto, Desa Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Senin (13/5) dini hari sekitar pukul 01.00 Wib.

Saat diamankan, baby lobster berjumlah 123.500 ekor tersebut diangkut menggunakan dua mobil, Toyota Innova warna Putih nopol BH 1129 MJ dan Daihatsu Xenia Nopol BH 1460 HW. Anggota Pol Airud juga mengamankan tiga kurir menjadi tersangka. Yakni Ramlan sopir mobil Xenia, Sabirin sopir Inova, dan Juli Baton selaku Kernet.

Direktur Polairud Polda Jambi Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji mengatakan,  penangkapan yang dilakukan timnya tersebut berawal dari kecurigaan terhadap mobil Inova BH 1129 MJ ketika melintas di Jalan Gatot Subroto. Selanjutnya mobil tersebut dihentikan dan dilakukan pemeriksaan. Ternyata di dalam mobil tersebut ditemukan 4 Box berisi baby lobster.

 " Menurut keterangan tersangka Sabirin, Baby lobster tersebut di ambil dari kawasan Simpang Kawat, Kota Jambi. Tepatnya di belakang JCC," katanya kepada wartawan dalam jumpa pers, Senin (13/5) siang.

 Selanjutnya, pada pukul 01.30 WIB,  tim mengamankan tersangka lainnya, yakni Ramlan sopir mobil  Daihatsu Xenia BH 1460 HW dan Juli Baton (JB) selaku kernet dari Ramlan. "Kita temukan 4 box baby lobster. Jika digabungkan total 8 box, dengan nilai Rp 6 miliar, dengan total lobster 45.500 ekor," jelasnya.

 " Dalam pemeriksaan, kedua sopir yang membawa baby lobster tersebut mereka diupah senilai Rp 400 ribu. Sedangkan Juli kernek Rp 100 ribu," sambungnya.

 Lebih lanjut Fauzi mengatakan, pihaknya juga melakukan pengembangan untuk menangkap AG, orang yang diduga sebagai pemilik baby lobster tersebut. Namun AG berhasil melarikan diri. Saat ini telah ditetapkan sebagai buronan dan masuk dalam Daftar Pencairan Orang (DPO). 

Lebih lanjut Fauzi menjelaskan, saat memburu AG, pihaknya menemukan 13 box lagi berisi lebih kurang 78.000 ekor baby lobster yang dibuang di pinggir jalan Desa Kampung Singkep, Kecamatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjabtim. Fauzi mengatakan, box berisi baby lobster tersebut diduga sengaja dibuang oleh AG. 

Saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan kasus. Fauzi menyebutkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan kejaksaan dan pihak Karantina Kelautan dan Perikanan untuk mengamankan barang bukti baby lobster.

 “Tersangka dijerat dengan pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) jo pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda 1,5 Miliar,” pungkasnya. (isw)

 

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...