Dituding Istri Gelapkan Aset, Casidy Tjuanda Minta Hakim Pertimbangkan Pembelaan.

Rabu, 22 Mei 2019 | 08:01:57 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI – Casidy Tjuanda berhaeap pada pembelaan (Pledoi) di sidang nantinya dapat menjadi pertimbangan majelis hakim, Pengadilan Negri (PN) Jambi atas kasus yang di laporkan istinya sendiri tersebut dalam dugaan penggelapan aset.

Kuasa Hukum, Casidy Tjuanda, Leo Irfan Purba mengatakan dirinya berharap pada persidangan mendatang dengan agenda pledoi itu. Majelis hakim dapat mempertimbangkan dengan seksama pembelaan yang akan dilakukan kuasa hukum dan terdakwa sendiri.

"Kita akan ajukan pembelaan dengan bukti bukti janggal sepertu SPDP dan lainnya, termasuk pengelapan aset yang mencapai Rp 400 miliar badahal aset sendiri tidak sampai segitu. Kalau segitu bangkrut perusahaan," katanya, Selasa (21/5/2019)

Leo menegaskan kasus yang menjerat klien nya tersebut dianggap tidak tepat. Sebab, Casidy yang merupakan General Manager (GM) PT Bumi Jambi tiba-tiba dilaporkan istrinya sendiri Elliawati dengan alasan pemalsuan tanda tangan dan penggelapan uang perusahaan. Padahal, diketahui Casidy telah diberikan kepercayaan penuh untuk mengurus PT Bumi Jambi (Surat Kuasa)

“Jadi klien kita ini disuruh mengelola. Tapi herannya kenapa malah dilaporkan. Padahal dia (red,istri) sebagai direktur tidak pernah di tempat sejak lama. Itu perusahaan padahal milik klien nya.” jelasnya

Selain itu, dia juga mempertanyakan perihal laporan penggelapan yang ditaksir hingga mencapai Rp 400 miliar. Padahal jika ditaksir, total aset yang dimilik perusahaan tidak mecapai angka tersebut.

“Ya aneh. Padahal hasil dari perusahaan juga dipakai oleh istrinya. Kalau penggelapan dengan jumlah tersebut, tentu akan tutup itu perusahaan. Tidak benar itu. Ini ada apa sebenarnya,”bebrnya

Ia pun berharap, pada sidang yang beragendakan pledoi mendatang majelis hakim yang diketuai oleh Edi Pramono agar dapat mempertimbangkan baik bukti, maupun fakta di persidangan.

“Ya kita harap seadil-adilnya untuk klien saya. Klien saya tidak bersalah. Dan kita juga telah melaporkan istrinya, Elliawati. Tapi kita belum tahu sampai mana prosesnya di penyidik,”tungkasnya.

Untuk diketahui, Casidy dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Jambi dengan pidana penjara selama 3 tahun penjara. Sebab, Casidy dianggap telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana yang dimaksud.

Sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP atau pasal 374 KUHP jo pasal 372 KUHP, dijadwalkan akan menyampaikan nota pembelaanya esok hari, Rabu (22/5/2019) baik melalui Penasehat Hukum (PH) nya, Leo Irfan Purba maupun dirinya sendiri. Namun majelis hakim menangguhkan proses penahanannya hingga pasca lebaran. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...