Bobol Saluran Air, Empat Napi Lapas Sungai Penuh Kabur

Selasa, 11 Juni 2019 | 07:42:48 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBI - Empat orang narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Sungai Penuh kabur. Mereka melarikan diri setelah berhasil membobol saluran air yang berbatasan dengan kamar (tahanan) dan dapur. Selain itu mereka juga merusak kaca pos dan berhasil keluar dari tempok ‘penjara’ menggunakan kain dan sarung yang disambung. Kejadian ini baru diketahui petugas Lapas, Senin (10/6) sekitar pukul 12.45 Wib.

Ke empat napi yang kabur tersebut, tiga diantaranya terlibat kasus narkotika dengan hukuman di atas 5 tahun. Ketiganya yakni, Mike Putra Wijaya (36) warga Desa Koto Keras, Kecamatan Pesisir Bukit, Kerinci, dengan hukuman 6 tahun 8 bulan penjara. Masa hukumannya akan habir pada 4 Desember 2024.

Lalu, Rahmat Dani (24) warag Desa Kumun, Kecamatan  Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Dia divonis 5 tahun 6 bulan penjara. Masa hukumannya habis pada 14 Juni 2022.

Berikutnya, Syafrizal (37) Asal Gang Umi Amaliah, Desa Baru VIII, Kecamatan  Bagan Siapi api, Sumsel. Dia divonis 9 tahun penjara. Masa hukumannya baru berakhir pada 2 Maret 2026.  Satu napi lagi bernama Hermanto Piton (24), dihukum 2 tahun 6 bulan penjara karena kasus 363 (pelaku jambret). Masa hukumannya  akan habis pada 27 Maret 2021.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi melarikan diri dari Lapas tersebut diduga kuat sudah direncanakan dengan matang oleh keempat napi tersebut. Mereka berempat membobol salah satu tembok yang menghubungkan dengan saluran  air yang ada di lapas tersebut. Saluran air tersebut berada di antara kamar napi di blok 4 dengan ruang dapur.

Setelah membobol tembok dan berhasil keluar dari kamar tahanan, keempat napi tersebut lalu menuju ke salah satu pos penjagaan dan merusaknya. Usai melakukan pengerusakan ke empat pelaku itu kemudian membuka sejumlah kaca  pos yang kosong itu. 

Selajutnya, mereka keluar menuruni tembok bagian belakang pos menggunakan kain dan sarung yang diduga telah dipersiapkan sebelumnya.

Kejadian ini baru diketahui petugas saat melakukan pengecekan kamar tahanan. Hingga tadi malam keempat napi tersebut masih diburu petugas Lapas dibantu pihak kepolisian.       

Kepala Devisi Lapas Kanwil Kemenkumham Jambi, P Farid membenarkan empat napi kabur dari Lapas Sungai Penuh."Iya, informasinya seperti itu. Empat orang yang kabur tadi (kemarin) siang," katanya. 

Menurut Farid, pihaknya sudah melalukan koordinasi dengan Polres Kerinci dan Polda Jambi untuk melakukan pengejaran terhadap ke empat Napi tersebut. "Saya minta disebarkan poto dan identitasnya. Kita sudah koordinasi dengan aparat kepolisian dan keamanan terdekat. Selain itu kita juga menurunkan tim pencarian,"jelasnya.

 Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas II B Sungaipenuh, Amra, kepada wartawan juga membenarkan ada empat tahanan yang kabur. Hal senada juga disampaikan Kepala Keamanan Rutan Sungaipenuh, Saefudin. “Kejadian sekitar pukul 12.45. Ada empat orang yang kabur,”katanya.

Kepala Rutan Klas II B Sungaipenuh, Farid Wajdi, saat dikonfirmasi via telepon, juga mengakui ada warga binaannya yang melarikan diri. Namun ketika ditanya berapa orang tahanan yang kabur, dia enggan menjawab dengan alasan masih melakukan pendataan. “Kita belum bisa memastikan berapa orang, karena masih melakukan pendataan dulu,”ujarnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnandi, Senin (10/6) malam mengatakan Polda Jambi sudah menginstruksikan ke seluruh jajarannya di daerah (polres/polresta) untuk melakukan pengejaran dan penangkapan empat napi yang kabur dari Lapas Sungai Penuh. "Para napi yang kabur itu harus ditemukan. Tim intel sudah kita sebar untuk melakukan penangkapan dan pengejaran," katanya.

Selain itu, Polda juga mengerahkan anggota intel ke lapangan mencari informasi keberadaan para napi tersebut.(isw/Mko)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...