Empat Napi Kabur, Kakanwil KemenkumHAM Curiga Ada Keterlibatan Sipir

Rabu, 12 Juni 2019 | 07:59:21 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

JAMBI – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HM (Kanwil KemenkumHam) Jambi menurunkan tim ke Sungai Penuh. Tim ini bertugas menyelidiki dan memeriksa  petugas Rumah Tahanan (Rutan) Sungai Penuh terkait kaburnya empat Narapidana (Napi), Senin (10/6) lalu. Pihak Kanwil menduga dan curiga ada faktor kesengajaan atau pembiaran  dari oknum petugas (Sipir) Rutan sehingga keempat Napi bisa dengan mudah melarikan diri.

Dugaan adanya keterlibatan oknum petugas Rutan ini diungkapkan oleh Kepala Kanwil kemenkumham Jambi, Agus Setiawan Yusuf kepada  wartawan, Selasa (11/6)  kemarin. Agus mengaku akan turun langsung ke Sungai Penuh Selasa kemarin. Sebelumnya, tim dari Kanwil KemenkumHAM sudah berada di Sungai Penuh sejak Senin.

"Tim kita sudah berangkat ke Sungai Penuh, Senin sore, dipimpin oleh  kepala devisi lapas P Farid. Saya mau ke sana hari ini (kemarin). Saat ini Kadiv Pas sedang melakukan pemeriksaan terhadap para petugas rutan," katanya.

Agus menduga ada unsur kesengajaan kaburnya napi dari Rutan Sungai Penuh tersebut. Sebab, menurut dia, tidak mungkin napi melakukan penjebolan saluran air tanpa menggunakan alat. "Tidak mungkin dengan tangan kosong. Kita melakukan penyelidikan terkait alat yang digunakannya dan mengapa (alat) bisa masuk ke ruang tahanan," jelasnya.

 Agus menegaskan, jika hasil pemeriksaan nanti membuktikan adanya unsur kesengajaan, akan ada sangsi tegas berupa hukuman disiplin hingga pemecatan kepada petugas yang melakukan kelalaian itu. "Bisa sampai pemecatan. Tapi kita tunggu hasil penyelidikan dulu," ujarnya.

Seperti diberitakan, empat orang napi Rutan (bukan Lapas)  Klas II B Sungai Penuh diketahui kabur pada Senin (10/6) sekitar pukul 12.45 WIB. Mereka melarikan diri setelah berhasil membobol saluran air yang berbatasan dengan kamar (tahanan) dan dapur. Selain itu mereka juga merusak kaca pos dan berhasil keluar dari tempok ‘penjara’ menggunakan kain dan sarung yang disambung.

Ke empat napi yang kabur tersebut, tiga diantaranya terlibat kasus narkotika dengan hukuman di atas 5 tahun. Ketiganya yakni, Mike Putra Wijaya (36) warga Desa Koto Keras, Kecamatan Pesisir Bukit, Kerinci, dengan hukuman 6 tahun 8 bulan penjara. Masa hukumannya akan habir pada 4 Desember 2024.

Lalu, Rahmat Dani (24) warag Desa Kumun, Kecamatan  Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Dia divonis 5 tahun 6 bulan penjara. Masa hukumannya habis pada 14 Juni 2022.

Berikutnya, Syafrizal (37) Asal Gang Umi Amaliah, Desa Baru VIII, Kecamatan  Bagan Siapi api, Sumsel. Dia divonis 9 tahun penjara. Masa hukumannya baru berakhir pada 2 Maret 2026.  Satu napi lagi bernama Hermanto Piton (24), dihukum 2 tahun 6 bulan penjara karena kasus 363 (pelaku jambret). Masa hukumannya  akan habis pada 27 Maret 2021.

 Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, aksi melarikan diri dari Lapas tersebut diduga kuat sudah direncanakan dengan matang oleh keempat napi tersebut. Mereka berempat membobol salah satu tembok yang menghubungkan dengan saluran  air yang ada di lapas tersebut. Saluran air tersebut berada di antara kamar napi di blok 4 dengan ruang dapur.

Setelah membobol tembok dan berhasil keluar dari kamar tahanan, keempat napi tersebut lalu menuju ke salah satu pos penjagaan dan merusaknya. Usai melakukan pengerusakan ke empat pelaku itu kemudian membuka sejumlah kaca  pos yang kosong itu. 

Selajutnya, mereka keluar menuruni tembok bagian belakang pos menggunakan kain dan sarung yang diduga telah dipersiapkan sebelumnya. (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...