Arus Mudik dan Arus Balik, Jumlah Korban Meninggal Turun

Rabu, 12 Juni 2019 | 08:03:22 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBI - Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas (lakalantas) selama Operasi Ketupat 2019 (pengamanan lebaran) mengalami penurunan cukup signifikan.  Menurut data dari Polda Jambi, terhitung sejak 29 Mei-7 Juni 2019, jumlah korban meninggal sebanyak 6 orang. Sementara pada Operasi Ketupat 2018, jumlah korban tewas mencapai 20 orang.

Penurunan korban meninggal ini berbanding lurus dengan angka kecelakaan selama operasi ketupat 2019 yang juga mengalami penurunan. Yakni 18 kejadian. Sementara tahun 2018 sebanyak 36 kasus laka lantas. “Persentasenya turun 50 persen,”kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi, Selasa (11/6)

Sementara korban luka berat juga turun dari 15 orang pada tahun 2018 menjadi 9 orang di tahun 2019.  Lalu, korban luka ringan juga turun dari 58 orang tahun 2018 menjadi 29 orang tahun 2019. Sedangkan kerugian materil juga turun dari Rp 275,4 juta tahun 2018, menjadi Rp 120,8 juta tahun 2019.

Untuk wilayah dengan  angka kecelakaan tertinggi pada musim mudik dan balik lebaran tahun ini adalah wilayah hukum Polresta Jambi, yakni 4 kejadian dengan korban luka ringan 10 orang. Kemudian 3 kejadian di wilayah hukum Polres Tebo, dengan korban meninggal dunia 2 orang dan luka ringan 7 orang.

 Selanjutnya, 2 kejadian di wilayah hukum Polres Batanghari dengan korban meninggal dunia 1 orang dan 4 orang luka berat. Lebih lanjut wilayah hukum Polres Muaro Jambi terjadi 2 kejadian, dengan korban meninggal dunia 1 orang, luka berat 1 orang, dan luka ringan 2 orang. 

Kemudian disusul wilayah hukum Polres Bungo 2 kejadian, dengan korban luka berat 3 orang dan luka ringan 1 orang. Sedangkan wilayah hukum Polres Tanjab Barat  1 kejadian dengan korban luka ringan 1 orang. Lalu wilayah hukum Polres Sarolangun terjadi 1 kejadian, dengan korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan masing-masing 1 orang. 

 Untuk wilayah hukum Polres Merangin ada 2 kejadian dengan korban meninggal dunia 1 orang dan luka ringan 7 orang. Sementara itu di wilayah hukum Polres Kerinci dan Polres Tanjab Timur tidak ada catatan mengenai kejadian lakalantas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019.

Selama arus mudik dan arus  balik lebaran tahun ini Polda Jambi juga mencatat terjadi 509 pelanggaran lalu lintas. 12 diantaranya dikenakan tilang, dan 497 lainnya hanya diberikan teguran. 

Tidak hanya laka lantas, angka kriminalitas juga menurun. Jika tahun lalu terdalat 75 kasus kriminalitas, tahun ini menjadi 59 kasus. Atau turun sekitar 21,33 persen. Selama Operasi Ketupat 2019 terdapat 4 kasus kriminalitas yang menonjol di Jambi. Yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan penganiayaan berat (anirat). 

Sama seperti tahun lalu, selama Operasi Ketupat 2019 tercatat ada 16 kasus curat. Lalu kasus curas turun dari 6 kasus tahun 2018 menjadi 5 kasus tahun 2019. Kemudian curanmor turun dari 23 kasus di 2018 menjadi 9 kasus di 2019, dan anirat turun dari 11 kasus tahun 2018 menjadi 1 kasus tahun 2019. 

Polda Jambi mencatat, aksi kriminalitas terbanyak masih terjadi di wilayah hukum Polresta Jambi, dengan rincian 13 kasus curat, 2 curas, dan 5 curanmor. Kemudian Polres Bungo dengan 2 curas dan 1 curanmor.  Lalu Polres Tebo dan Polres Merangin masing-masing 1 curat dan 1 curanmor. Berikutnya Polres Muaro Jambi 1 curas, Polres Tanjab Barat 1 curanmor, Polres Tanjab Timur 1 curat, dan Polres Sarolangun 1 anirat.

Adapun di wilayah hukum Polres Batanghari dan Polres Kerinci tidak ada catatan aksi kriminalitas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2019 (isw)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...