Kelompok SMB- Anggota Koperasi Bentrok, Kades Dikeroyok

Kamis, 11 Juli 2019 | 05:40:37 WIB

(Adrian Faisal/Jambione.com)

MUARABULIAN - Puluhan anggota kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) terlibat bentrok dengan anggota lima Koperasi yang mengklaim sebagai pemilik Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat (IUP HHK HTR) di Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, Batanghari, Rabu (10/7) kemarin, sekitar pukul 15.00 Wib. Dalam kejadian itu, Kepala Desa Sengkati Baru, Hendrianto ikut jadi sasaran keroyokan kelompok SMB.

            Selain itu, massa SMB juga merusak mobil truk yang ditumpangi anggota koperasi. Atas pengeroyokan itu, Hendrianto melapor ke Polres Batanghari. Saat ditemui di Polres Batanghari, Hendrianto mengatakan, bentrokan bermula saat dia bersama sejumlah anggota Koperasi berangkat menuju lokasi lahan IUP HHK HTR (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Rakyat).

            Untuk diketahui, IUPHHK HTR  itu dikelola lima koperasi. Yaitu Kpoerasi Rimbo Karimah Permai, Koperasi Alam Tumbuh  Hijau,  Koperasi Tumbuh Lestari, Koperasi Alam Sumber Sejahtera dan Koperasi Pajar Hutan Kehidupan.  "Lokasi IUP HHK HTR mencapi 3.142 hektar. Tapi kita belum verifikasi luasnya, karena di dalam itu ada kebun dan lahan masyarakat," ujarnya. 

            Namun, tepatnya di depan Masjid Desa Belanti Jaya, Kecamatan Mersam, usai salat, Hendrianto dan anggota koperasi didatangi tiga orang yang mengaku anggota kelompok SMB.  ‘’ Saya tanya dari mana. Mereka jawab dari SMB. Mereka lalu bertanya tujuan kami mau kemana," kata Hendrianto, Rabu petang (10/7).

            Dia bilang ketiga anggota kelompok SMB itu menghalangi mereka menuju lokasi lahan IUP HHK HTR. Padahal dia bersama anggota koperasi tidak ada kegiatan lain. Mereka hanya mau mengecek lokasi. 

            " Saat itu sudah sore, sekitar pukul 15.00 WIB. Saat kami sedang berbincang dengan tiga orang anggota SMB, tiba-tiba datang penyerangan. Mereka membawa senjata tajam berupa pedang, senjata api kecepek, pisau dan kayu," ungkapnya. 

            Selain menyerang dirinya dan anggota koperasi, menurut Hendrianto, kelompok SMB juga merusak truk yang mereka tumpangi hingga hancur. "Yang dijadikan target saat itu saya selaku Kepala Desa. Mereka menganggap saya menjadi pimpinan masyarakat," katanya. 

            Menurut dia, rombongan koperasi sama sekali tidak melakukan perlawanan. Mereka berusaha menghindar. Ada yang lari ke arah utara, ke timur dan lain sebagainya. "Setelah kejadian itu, saya tau negara kita negara hukum,  saya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Batanghari,’’ sambungnya.

Hendrianto  mengatakan, kelompok SMB sangat anerkis. Tidak terhitung lagi jumlah orang yang memukul dirinya. Akibat keroyokan itu, dia mengalami luka memar di bagian tangan, luka akibat senjata tajam di bagian dada kanan. Lalu, memar di bagian punggung dan belakang telinga akibat dipukul pakai kayu. 

            Hendrianto mengatakan, saat kejadian anggota koperasi berjumlah sekitar 100 orang. Sementara anggota kelompok SMB di atas 200 orang dengan perlengkapan senjata yang sudah disiapkan. 
            Kapolres Batanghari AKBP Moh Santoso melalui Kabag Ops Kompol Ahmad Bastari Yusuf dikonfirmasi membenarkan adanya bentrok antara kelompok SMB dengan anggota koperasi dan Kades Sengkati Baru. 


" Saat ini anggota masih dilapangan. Kades Sengkati Baru sudah mendatangi Polres Batanghari untuk membuat laporan polisi," kata Bastari melalui sambungan telepon seluler. (fai) 





BERITA BERIKUTNYA
loading...