Gudang Minyak Terbakar Diduga Sebagai Tempat Mengoplos, Polisi Amankan Tiga Unit Mobil Tanki Mili

Kamis, 11 Juli 2019 | 05:43:31 WIB

()

JAMBI - Sebuah gudang tempat penyimpanan minyak di kawasan RT 06 Kelurahan Sijenjang, Jambi Timur, Kota Jambi meledak dan terbakar, Rabu (10/7), sekitar pukul 11.00 Wib. Puluhan ribu liter (puluhan ton) minyak  dalam tanki dan drum yang diduga ilegal dalam gudang tersebut ikut terbakar.

Kobaran api yang ditimbulkan akibat kebaran itu membumbung tinggi mencapai 10 meter. Asap hitam pekat dari kobaran api sempat membuat lokasi padat penduduk itu tak terlihat dari mkejauhan. Warga sekitar sempat panik. Sebab, gudang minyak yang terbakar tersebut bersebelahan dengan gudang barang bekas yang banyak menimbun bahan plastik dan mudah terbakar.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, dua tanki dan 45 drm berisi puluhan ton minyak di dalamnya ludes terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran tersebut. Dugaan sementara penyebab kebakaran itu dipicu oleh gesekan mesin genset.

Infromasi di lapangan menyebutkan, gudang minyak yang terbakar itu milik PT Putra Gajah Mada Perkasa (PGMP). Pemiliknya bernama Budi Nias. Gudang tersebut sudah beropersi sejak satu tahun lalu. ‘’ Gudang itu punyo Budi Nias. Sudah setahun beropersi di sini,’’ kata Yesi, pemilik gudang plastik yang berada persis di samping gudang minyak tersebut.

            Menurut Yesi, Budi menyewa lahan orang tuanya sebagai tempat gudang penyimpanan minyak tersebut. Bahkan ia pernah memperingatkan agar tidak lagi melakukan penyimpanan minyak di lokasi itu. "Saya sempat protes. Tapi bagaimana lagi dia hubungan nya sama orang tua saya," sebutnya.

            Yesi mengungkapkan, pihak kelurahan juga pernah memperingatkan Budi agar tidak beroperasi (menyimpan minyak) di tempat tersebut. Namun peringatan itu tidak di indahkan. " Pemiliknya sudah diingatkan.  Tapi masih saja operasi," katanya.

            Sementara itu, sumber lain yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan gudang itu merupakan  tempat bongkar muat minyak non subsidi dan minyak ilegal. " Informasi yang saya dapat gudang itu tempat mengoplos minyak. Mobil yang membawa minyak non subsidi sering masuk ke gudang tersebut.  Di keluarkan dua drum, terus di isi lagi dengan minyak (diduga) ilegal dua drum.  Ya... seperti di oplos gitu," jelasnya.

            Sumber itu menyebutkan, proses bongkar muat dikakukan hampir setiap hari di gudang tersebut. Ini sangat berbahaya sekali karena lokasi tersebut padat penduduk. "Kalau dari pemukiman bisa dilihat sendiri, dekat sekali," tandasnya.

            Kabid Operasional Damkar Kota Jambi, Rinno mengatakan pihaknya cukup kesulitan melakukan pemadaman karena di gudang tersebut terdapat cukup banyak minyak. Di dalam gudang itu ditemukan,  45 buah drun dan dua buah tanki ukuran 5000 liter berisi minyak. Lalu juga ada 6 buah Genset. "Minyaknya masih ada. Itulah yang bikin kita sulit melakukan pemadaman," katanya.

            Rinno memperkirakan, saat kebakaran, api disertai asap hitam pekat yang membumbung ke udara mencapai ketinggian 10 meter. " Setinggi gedung  itu, Pohon kelapo itu bae habis daunnya,"ujarnya sambil menujuk ruko tiga lantai yang berada diseberang gudang minyak tersebut.

 

Menurut Rinno, saat kebakaran, pemilik dan pekerja di gudang tersebut kabur ke arah rawa rawa tidak jauh dari lokasi. " Saat kejadian ada tiga orang digudang itu. Mereka lari ke arah rawa. Bagi kita yang terpenting memadamkan api lebih dulu,’’katanya.

            Rinno mengatakan sempat terjadi beberapa kali ledakan saat kebakaran terjadi. " Sumber ledakan diduga dari drum berisi minyak. Kan panas kena api, makanya meledak,’’sebutnya seraya menambahkan bahwa barang bukti tanki dan puluhan drum minyak masih berada di lokasi.  

Selain itu, di luar gudang juga ditemukan tiga unit mobil tanki bertuliskan PT Putra Gajah Mada Perkasa (PGMP).  " Itukan barang bukti. Wewenang polisi lah yang menanganinya,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jambi Timur, AKP Pandit Wasioanto membenarkan yang terbakar itu adalah gudang penyimpanan minyak. "Iya Gudang minyak itu.  Tim sudah di lapangan.  Tadi saya ga kelapangan," katanya saat dikonfirmasi.

Saat ditanya apakah minyak di gudang itu resmi atau ilegal, Pandit mengaku belum mengetahuinya. Menurut dia, kasus ini masih dalam penyelidikan. Dia juga membenarkan di lokasi ditemukan tiga unit mobil tanki milik PT PGMP. Mobil tersebut kini diamankan di Polresta Jambi untuk penyelidikan lebih lanjut.

            Untuk diketahui, dari hasil pengecekan nomor polisi nya di Samsat online,  tiga mobil bermerek PT Putra Gajah Mada Perkasa itu diketahui beralamat di Jalan Slamet Riyadi, RT 06,No 50 A, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.(isw)

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...