Tim Satgas Karhutla Warning Perusahaan, Tak Punya Tim Pemadam kebakaran Bisa Dipidana

Jumat, 12 Juli 2019 | 08:10:29 WIB

(Eko Siswono/Jambione.com)

 JAMBI – Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Dansatgas Karhutla) Provinsi Jambi, Kolonel Arh Elphis Rudy mengingatkan kepada seluruh perusahan perkebunan dan kehutanan di Provinsi Jambi suapaya aktif mencegah kebakahan hutan dan lahan. Danrem 042/GAPU ini juga menegaskan seluruh perusahaan harus memiliki tim pedam kebakaran.

Warning (peringatan) ini disampaikan Elphis acara pertemuan Koordinasi Kebakaran Lahan dan Kebun Tahun 2019, di Balai Prajurit Korem 042 Garuda Putih, Jambi, Kamis (11/7) kemarin. Setiap perusahaan harus memiliki ti m pemadam kebakaran. Kalau nanti terjadi kebakaran, ternyata tidak punyak tim pemadam, pidana penjara menanti,’’ katanya.

            Selain perusahaan, menurut Elphis, peran masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla. "Peran masyarakat dalam melakukan penanganan dan pencegahan perlu dan sangat penting agar tidak terjadinya kebakaran. Selain itu perusahaan juga punya andil yang besar,"jelasnya.

            Menurut Elphis, saat ini kesadaran masyarakat masih tergolong  rendah. Temuan selama ini masih banyak kebakaran lahan dilakukan oleh masyarakat. Sementara perusahaan mulai hati hati. Saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisaisi untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat atas kebakaran hutan dan lahan."Kita terus lakukan  sosialisasi di semua  lapisan masyarakat,"ujarnya.

            Elphis mendapatkan informasi, beberapa tahun lalu para pelaku pembakaran hutan dibayar oleh pihak tertentu. Namun, dia tidak menjelskan secara rinci siapa pihak tertentu yang membayar para pelaku tersebut. " Itu kejadian kebakaran tahun 2015 dan 2016 lalu. Kalau tahun ini belum ada informsai lagi," katanya.

            Elfhis juga mengajak semua pihak untuk menangani kebakaran lahan secara bersama sama. Kalau sendiri sendiri akan esulitan. Tapi kalau ditangani  bersama sama akan lebih ringan.

Khusus kepada perusahaan, Elphis mengatakan harus memiliki dron yang bisa memantau kebakaran hutan dan lahan."Nanti dron nya di daftar ke sini (Satgas Kerhutla). Nanti tersambung ke alat kita jadi informasi kebakaran bisa langsung kita pantau," sambungnya.

            Lebih lanjut Elphis memaparkan. Saat ini wilayah yang memiliki titik api (hotspot) terparah yakni Merangin, Batanghari, Tanjabtim, Tanjabbar, Sarolangun, Bungo dan Tebo."Bantanghari sudah berstatus siaga. Kalau sampai Merangin juga naik status, sudah kita turunkan semua tim," tandasnya.

            Sementara itu, Kasubdit IV Tipiter Ditrektorat Kriminal Khusus Polda Jambi, AKP Sahlan Umagapi mengatakan sanksi pidana bagi perusahaan bisa saja terjadi karena unsur kesengajaan membakar hutan atau lahan. Selain itu, tidak memilik  alat dan tim pemadam di setiap perusahaan juga akan mejandi pidana. "Bisa kita pidanakan itu nanti jika terjadi kebakaran. Dan itu cukup bahaya," sebutnya.

            Sejauh ini kebakaran hutan sejak Januari hingga Juni 2019, terdapat 56 hektare lebih kebakaran terjadi. "Tapi itukan keseluruhan. Jadi ada satu hektar ada setengah hektare jadi total 56 koma sekian lebih dikit," ungkapnya.

 

Dia berhadap semua pihak bisa bekerjasama untuk menangani karhutla. " Kita harapkan semua pihak ikut serta. Kalau kita sendiri ya mana mampu," pungkasnya. (isw)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA
loading...