CE: Baru 50 Persen Terpenuhi

Bupati Akui Sarolangun Belum Swasembada Beras

Kamis, 18 Juli 2019 | 21:14:37 WIB

(Paradil Iwel/Jambione.com)

SAROLANGUN- Saat ini kabupaten Sarolangun belum Swasembada beras dan masih mendatang beras dari luar daerah. Hal ini lah membuat Bupati Sarolangun Cek Endra meminta agar kedepan para petani harus terus semangat dalam bertanam padi, dari yang biasanya satu kali panen setahun bisa menjadi dua kali, atau yang biasanya dua kali setahun bisa menjadi tiga kali setahun. 

Apalagi dengan hamparan sawah yang dikelola dengan teknik yang benar, satu hektar saja bisa menghasilkan 7,6 ton gabah kering yang kemudian di olah bisa menjadi 4 ton beras. 

"Sudah lumayan bagus, dan ini bisa dua kali panen setahun, tapi Sarolangun secara keseluruhan belum swasembada, baru 50 persen terpenuhi dari tanaman sendiri, yang lainnya masih mendatangkan beras dari luar," ujar Cek Endra, usai melihat hamparan sawah kelompok tani lesung batu desa penegah kecamatan Pelawan, beberapa hari yang lalu.

Lanjutnya, Untuk mewujudkan swasembada beras ini, kata Bupati, lahan sawah yang ada saat ini agar tidak dialihfungsikan oleh masyarakat petani, tapi memang harus dipertahankan karena ini untuk ketahanan pangan kedepan. 

Selain itu, besar harapan agar pembangunan bendungan batang asai dapat segera selesai dilaksanakan dan berfungsi untuk kepentingan masyarakat petani di sarolangun, ditambah dengan jaringan irigasi dari bendungan dam kutur. 

"Makanya kedepan apabila dam batang asai ini selesai itu akan menambah lebih kurang 6. 000 hektar sawah baru, termasuk juga jaringan yang sudah dekat mau dibuka bendungan dam kutur bisa mengalir sawah baru 2.000 hektar, Insa allah jika sudah berfungsi denggan ada tambahan irigasi akan bisa menambah produksi kita, maka bisa swasembada Sarolangun," harapnya.

"Paling tidak harus bisa 12 ribu hektar harus tertanam baru bisa memenuhi kebutuhan beras kita, tapi kebutuhan kita kan makin lama makin meningkat, maka saya himbau kepada masyarakat agar tidak mengalihfungsikan seperti menjadi menanam sawit, padahal potensi airnya bagus kan rugi," pungkasnya. (wel)





BERITA BERIKUTNYA
loading...