Kejati Panggil Rektor UIN Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan Auditorium

Minggu, 18 Agustus 2019 | 10:53:34 WIB

(ist/Jambione.com)

JAMBI - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi terus mengintensifkan penyidikan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan auditorium Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi. Sejumlah saksi penting dipanggil dan dimintai keterangan sabagi saksi. Dalam waktu dekat penyidik juga akan memanggil Rektor  UIN STS Jambi Hadri Hasan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

            Kasi Peneragan Hukum Kejati Jambi,  Lexy Paratani mengatakan tim penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan Rektor UIN STS Jambi, Hadri Hasan. "Kabarnya tim penyidik akan panggil rektor UIN. Pemeriksaan Rektor dijadwalkan pada Selasa (20/8),"katanya.

            Menurut Lexy, pada Kamis (15/8) lalu penyidik sudah memanggil delapan orang saksi. Namun tidak satupun yang hadir. Kemudian Jumat (16/8), Kasubag Perencanaan UIN yang hadir dan diperiksa sebagai saksi.

            Sebelumnya, terkait penyidikian kasus proyek mangkrak ini sejumlah saksi juga telah diperiksa oleh penyidik Kejati Jambi. Seperti vendor, konsultan pengawas proyek, bendahara proyek, PPK hingga pelaksana proyek. Namun sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan dalam kasus ini. 

            Pembangunan auditorium itu sendiri diketahui bersumber dari dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2018. Proyek ini dikerjakan oleh PT Lambok Ulina melalui kontrak lewat Surat Keputusan Hadri Hasan selaku Rektor UIN sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dengan surat perjanjian nomor 46-Un.15/PPK-SBSN/KU.01.2/06/2018. Pelaksanaan pekerjaan selambat-lambatnya selama 208 hari kalender terhitung sejak 7 Juni 2018 hingga 31 Desember 2018 (isw)





BERITA BERIKUTNYA
loading...