Polisi Sita 2,2 Kg Sabu 1.981 Butir Ekstasi Diselundupkan dari Malaysia Tujuan Palembang

Selasa, 20 Agustus 2019 | 05:37:36 WIB

(eko siswono/Jambione.com)

JAMBI - Tim Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi kembali berhasil menggagalkan penyelundupan 2,2 Kilogram sabu sabu dan 1.981 butir pil ekstasi dari Malaysia tujuan Palembang melewati Jambi. Bersama barang bukti, polisi juga meringkus seorang kurir bernama SYL Sihombing (46), warga Jalan Pahlawan GG Sakti, Kelurahan Pahlawan, Kota Medan Sumatra Utara (sumut).

            Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS mengatakan, tersangka merupakan bagian dari sindikat narkotika jaringan Malaysia.  Dia ditangkap saat berada di mobil travel jenis Innova Nopol BH 1176 NN di Pos PJR Perbatasan Jambi- Palembang, Sabtu 17 Agustus pukul 15.30 Wib.

‘’ Tersangka mengaku diperintah oleh seseorang berinisial AL untuk mengantarkan sabu ke Palembang,"katanya kepada wartawan di Polda Jambi, Senin (19/8).

            Dari pengakuan tersangka, lanjut Muchlis, dia dari Medan menuju Jambi menggunakan pesawat Lion Air dengan transit di Batam. Sesampainya di Jambi, tersangka kemudian ke Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat. " DI sana dia mengambil sabu dan ekstasi yang kemudian di antarkan ke Palembang menggunakan PO travel ABC,"ungkapnya.

            Menurut Muchlis, tersangka memanfaatkan momentum HUT RI Ke 73 untuk menghindari personil Polda Jambi. Namun, aksinya tercium oleh tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Jambi. Mendapat informasi itu, tim langsung bergerak cepat. ‘’ Anggota lalu menghadang mobil Innova hitam nopol BH 1176 NN yang ditumpangi tersangka di Pos PJR Perbatasan Jambi Palembang, Sabtu 17 Agustus pukul 15.30 Wib,"jelasnya

            Saat penangkapan, di mobil tersebut hanya ada satu orang penumpang, yakni tersangka sendiri yang duduk di sebelah sopir. Tim lalu melakukan pengeledahan di tubuh tersangka dan tempat duduknya. Namun tidak ditemukan barang bukti. Kemudian, penggeledahan berlanjut ke bagasi mobil. Hasilnya ditemukan satu tas ransel berisi dua bungkusan. Yaitu sabu dan pil ekstasi.

            Selanjutnya, tersangka dan barang bukti di awa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan cek urine. Hasilnya positif tersangka menggunakan sabu. Tersangka mengaku ini merupakan yang kedua kalinya menyelundupkan sabu ke Palembang melalui Jambi. " Yang pertama dulu lolos dari Kualatungkal ke Palembang juga,"ucapnya.

            Menurut Muchlis, tersangka mengaku diupah Rp 60 juta untuk mengantarkan sabu dan pil ekstasi ke Palembang. Namun, dia baru menerima Rp 10 juta. Sedangkan sisanya akan dibayar setelah sampai di Palembang.

            Dari penangkapan ini, polisi sudah memetakan jalur masuk narkotika ke Jambi. Sabu sabu yang dibawa tersangka berasal dari Malaysia. Masuk ke Kualatungkal melalui jalur laut Malaysia- Batam, Batam langsung Ke Kualatungkal. Kemudian dari Kualatungkal menuju Palembang menggunakan jalur darat."Di Malaysia itu ada AL yang mengendalikan ini. Saat ini AL masuk DPO,"sebutnya.

            Muchlis mengatakan, dari penangkapan tersebut berhasil menyelamatkan sekitar 12.981 jiwa dengan asumsi apabila 1 gram sabu dan 1 pil ekstasi digunakan 5 sampai 6 orang.

Tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara dan denda 10 Miliar. (isw)

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...