Kembangkan Pengungkapan Nakotika Jaringan Malaysia, Polda Jambi Libatkan LO dan Lapas.

Jumat, 23 Agustus 2019 | 09:33:21 WIB

(eko siswono/Jambione.com)
JAMBI -- Pasca melakukan penangkapan tersangka SYL Sihombing (46) merupakan warga Jalan Pahlawan GG Sakti, Kelurahan Pahlawan, Kota Medan Sumatra Utara (sumut) dengan berat sabu 2,2 kg dan ekstasi 1.981 butir Ditrektorat Reserse Narkoba Polda Jambi melakukan koordinasi dengan Liaison Officer (LO) Malaysian Police dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan.
 
Direktur Reserse Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol Eka Wahyudianta mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pengembangan kasus narkotika seberat 2.2 kg sabu dan ekstasi 1981 butir. "Kita telah melakukan koordinasi dengan Kalapas Jambi dan Kalapas Tanjung Pinang serta LO Malaysia,"katanya, Kamis (22/8/2019)
 
Eka menegaskan koordinasi itu di lakukan untuk mengungkap jaringan narkotika Malaysia ini. "Tersangka SYL Sihombing metupakan kawan dekat AL (pemasok sabu) dari Malaysia,"sebutnya.
 
Kedekatan keduanya itu saat berada dalam satu ruang sel di Lapas Tanjung Pinang saat menjalani hukuman. "Satu sel mereka ini dalam kasus narkoba juga, jadi mereka ini kenal lama betul sepertinya,"sebutnya.
 
Dia berharap dengan adanya koordinasi ini nantinya akan mempermudah melakukan pendalaman dan penangkapan terhadap tersangka lainnya."Biar mudah koordinasi nya dan pengungkapan nya,"tandasnya 
 
Untuk di ketahui, sebelumnya tim Ditrektorat Reserse Narkoba Polda Jambi mengungkap dan mengalkan narkotika jenis sabu dan ekstasi jenis baru pada 17 Agustus 2019 lalu di perbatasan Jambi Sumsel . Barang tersebut akan di kirim oleh tersangka ke Palembang dari Kualatungkal.
 
Dari pengakuan tersangka sabu dan ekstasi itu merupakan milik AL warga negara Malaysia yang telah ia kenal sejak lama. Tersangka juga mengaku telah dua kali melakukan penyelundupan sabu ke Palembang.
 
Tersangka yang merupakan warga Medan, Sumut itu terbang dengan menggunakan Lion Air dari Medan ke Batam kemudian ke Jambi dan selanjutnya ke Tungkal Untuk mengambil narkotika itu.
 
Tersangka membawa narkotika itu dengan cara memasukan kedalam tas dan diletakan dalam bagasi mobil travel ABC. Dari pengakuannya ia di upah Rp 60 juta. Tetapi baru Rp 10 juta yang diberikan sisanya akan dibayar setelah sampai. 
 
SYL Sihombing terancam hukuman tersangka ini selama 20 tahun dan denda 10 miliar sebagaimana di atur dalam pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,"tutupnya (isw)




BERITA BERIKUTNYA
loading...