Curhatan Gubernur Dinilai Miring, Fachrori Diminta Ungkap Oknum yang Menjahili Pemilihan Cawagub

Kamis, 05 September 2019 | 08:39:48 WIB

()

JAMBI – Curhatan Gubernur Jambi Fachrori Umar soal ada oknum yang jahil dalam pemilihan calon wakil Gubernur (cawagub) di Sidang Paripurna DPRD, Senin (2/9) lalu jadi sorotan dan ditanggapi miring oleh berbagai kalangan. Apalagi curhatan itu disampaikan Fachrori di hadapan dewan sambil menangis terisak.

            Pengamat Politik dari IAIN STS Jambi Bahren Nurdin menilai curhatan itu menunjukkan Fachrori cengeng. Menurut dia, menangis bukanlah sifat seorang pemimpin. Seorang pemimpin kata dia, seharusnya kuat, tidak mudah menangis. "Itu bukan gubenur. Gubernur itu mencari solusi, bukan menangis," tegasnya. 
            Soal pengisian wakil, menurut Bahren, seharusnya gubernur bisa bersikap tegas jika dirinya benar-benar menginginkan wakil. "Jadi kalau gubenur menangis dan cengeng, kepada siapa lagi rakyat mau mengadu. Sebagai seorang pemimpin, dia harus tegas," kata dosen UIN STS Jambi ini. 
            Bahren melanjutkan, jika Fachrori benar-benar menginginkan wakil, dia bisa saja memanggil partai koalisi, dan menanyakan siapa yang akan diusul koalisi. Jika tidak ada, bisa saja dia mengambil alih dan memilih wakilnya langsung. 
            Dia menilai apa yang dilakukan gubernur itu hanya untuk menghindar dari kondisi yang pelik saat ini. Seperti diketahui, proses pengajuan dua nama cawagub jadi kacau karena koalisi tidak kompak dan pertemuan antar gubernur dan koalisi dua kali batal. Dia lalu mencari kambing hitam dan menyalahkan orang lain. "Jadi menurut saya, ini karena kebuntuan komunikasi politik saja. Dari kedua belah pihak, baik gubenur maupun partai koalisi. Itu inti sebenarnya," sebut Bahren. 
            Oleh sebab itu, lanjut Bahren, kedua belah pihak harus membuka komunikasi dengan baik.  Karena, tidak akan ketemu solusi kalau tidak ada komunikasi. "Jadi jangan cari kambing hitam dan bilang orang jahil," ujar Bahren lagi. 
            Soal kalimat jahil yang diungkapkan, menurut Bahren, seharusnya gubenur menyebutkan siapa yang jahil itu. "Sebagai seorang gentelman, seharusnya siapa yang jahil itu dia ungkapkan secara terang benderang, sehingga orang tidak menebak-nebak. Itu yang saya lihat," katanya.
            Bahren juga menilai tangisan gubenur itu tidak pada tempatnya, dan dia tidak boleh menuduh orang seperti itu. Sebagai gubenur dia harus tegas  dan mencari solusi. "Karena gubenur itu harus solutif," pungkasnya.
            Penilaian senada diungkapkan pengamat politik dari Unja, Mochammad Farisi. Menurutnya, sikap gubernur pada sidang paripurna di DPRD itu adalah cengeng. "Iya cengeng. Itu bentuk kekecewaan yang mendalam gubernur terhadap koalisi yang tidak bisa mufakat terhadap satu nama," katanya, kemarin (4/9). 
            Gubernur, kata dia, ingin sekali punya wakil untuk mendampinginya. Namun kinerja partai koalisi tidak maksimal. Kalau memang partai koalisi tidak bisa menyelesaikan persoalan Wagub ini juga tidak apa-apa. "Sebenarnya tanpa wagub juga tidak apa apa. Kan Fachrori juga punya Sekda dan kepala SKPD. Itu saja yang dimaksimalkan," sebutnya. 
            Terkait sejumlah partai koalisi di luar NasDem yang sudah menemukan kata sepakat terhadap dua nama, dosen Fisipol Unja ini menganggap lucu. Mengingat, Fachrori sendiri merupakan ketua dewan pembina partai NasDem. 

"Yang lucu NasDem, partainya Fachrori Umar. Masa tidak bisa menyelesaikannya. Padahal Fachrori sendiri merupakan ketua dewan pembina partai tersebut," cetusnya. 
"Itu membuktikan partai kurang dewasa berpolitik," pungkasnya.

Seperti diberitakan, pada rapat paripurna terakhir bersama anggota DPRD 2014-2019 di Ruang Aula Gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (2/9) lalu, gubernur Fachrori Umar mengungkapkan bahwa dirinya sangat menginginkan wakil. Namun ada oknum yang tak ingin dirinya memiliki wakil dalam menjalankan program Jambi Tuntas 2021. 

            Awalnya, dari atas podium Aula paripurna, Fachrori Umar mengucapkan banyak terimakasih kepada unsur pimpinan dan segenap anggota dewan atas kerjasama yang baik selama ini. "Ini terakhir ya pak. Saya sedih. Saya sangat ingin punya wakil gubernur, tapi ada yang jahil, nauzubillah," ungkap Fachrori sambil menangis tersedu.

            Menurut Fachrori, ada oknum yang jahil dalam proses pemilihan Calon Wakil Gubernur Jambi. "Ya makanya rumit kita," ujarnya. Namun, Fachrori tidak menjelaskan secara rinci siapa oknum jahil yang dia maksud. (fey) 





BERITA BERIKUTNYA
loading...