Alamaaak… Suami Paksa Istri dan Anak tiri Threesome; Juga Gauli Istri Adik Ipar Berulangkali

Jumat, 06 September 2019 | 12:58:23 WIB

()

 jambione.com, JAMBI -  Subdit IV PPA Ditreskrimum Polda Jambi berhasil mengungkap kasus seks menyimpang  yang dilakukan oleh seorang pria berinisial JP (54), warga keluarahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam barajo, Kota Jambi. Pria setengah abad ini menggauli anak tirinya IC (16)  yang masih di bawah umur di depan istrinya AD. Gilanya lagi dia juga memaksa sang istri dan anak tirinya melakukan hubungan seks bertiga alias thresome.

Tidak puas dengan istri dan anak tirinya, JP juga menggauli istri adik iparnya, RR (tente korban). Perbuatan asusila tersebut dilakukan JP berulangkali selama dua tahun, terhitung sejak 2017 hingga September 2019. Perbuatan JP itu baru terhenti ketika anggota Subdit IV Ditreskrimum Polda Jambi meringkus dirinya pada Rabu, (4/9) lalu, sekitar pukul 19.00 Wib. 

Perbuatan JP yang sehari harinya bekerja sebagai pemulung ini terungkap setelah mertuanya melapor ke Polda Jambi. Informasinya, sebelum digerebek polisi, Rabu sore, JP masih sempat menggauli anak tirinya.  "Sampai kemarin sore (Rabu sore) sekitar pukul 17.30 Wib dia masih melakukan perbuatan bejat tersebut kepada anaknya,"kata Kasubdit IV PPA Ditrektorat Reserse  Kriminal Umum Polda Jambi, Kompol Yuyan Priatmaja, kepada wartawan, Kamis (5/9).

Yuyan mengungkapkan, tersangka JP membujuk anak tiri dan istri adik iparnya RR melayani nafsu bejatnya dengan iming iming atau janji membantu pembiayaan pengobatan suami RR (paman korban) yang mengalami patah pinggang. Awalnya, pertengahan 2017 JP tergiur dengan anak tirinya IC yang berusia 16 tahun.

Dia terus membujuk anak tiri suapaya mau melayani nafsunya. Namun, sang anak tidak mau dan selalu menolak. " Awalnya sang anak tidak mau mengikuti keinginan sang ayah. Tapi JP terus membujuknya. Baik secara langsung maupun lewat ibu korban (istrinya). JP berjanji membantu pengobatan paman korban (adik istrinya),"jelas mantan Kasat Reskrim Polresta Jambi itu.

            Selain membujuk, JP juga memberi uang Rp 300 ribu kepada anak tirinya. Uanjg itu sebagai tanda keseriusannya membantu pengobatan paman korban. Setelah terus dibujuk (mengarah ke pemaksaan), termasuk oleh ibunya, akhirnya IC terpaksa melayani aksi bejat sang ayah tiri. " Setelah berhasil, JP terus menggauli anak tirinya itu berulang kali,’’ kata Yuyan.

            Parahnya lagi, tersangka tidak malu malu melakukan perbuatan bejatnya itu dihadapan sang istri (ibu korban). "Ibunya lihat juga anaknya disetubuhi bapaknya.  Dalam pemeriksaan JP mengaku menyetubuhi anak tirinya dua hari sekali. Sedangkan dengan sang istri dia selalu berhubungan badan tiap hari,’’ ungkapnya.

            Bahkan, menurut Yuyan, JP mengaku pernah melakukan hubungan badan bertiga dengan istri dan anak tirinya dalam satu kamar alias threesome. ‘’ Dia mengaku melakukan (hubungan seks bertiga dengan anak tiri dan istrinya di kamar tidurnya,’’ katanya.

            Dari hasil visum diketahui akibat perbuatan JP yang berulang kali, anak tirinya mengalami luka robek dikelaminnya sebanyak tujuh kali. "Bukan cuma di kelaminnya, di bagian (maaf) anusnya juga dihajarnya,"ucapnya.

 

 

 

Selain itu, dalam pemeriksaan, JP juga mengaku pernah berulangkali menggauli istri adik iparnya (paman korban) berinisial RR. Korban mua melayani nafsu bejat JP karena dijanjikan akan membantu biaya pengobatan suaminya yang juga paman korban. ‘’ Jadi dalam aksinya, modus tersangka adalah menjanjikan bantuan biaya pengobatan paman korban (suami RR) yang mengalami patah tulang punggung,’’ jelas Yuyan.

            Saat ditangkap, Rabu malam, JP berusaha melawan saat dibawa ke Polda Jambi. Akibatnya, kaca mobil yang membawa sampai pecah. " Dia berusaha melarikan diri. Sehingga kaca mobil kita pecah,"sebutnya.

            Saat ditanya apakah ibu korban juga akan menjadi tersangka? Yuyan menegaskan saat ini pihaknya masih fokus menggali keterangan dari pelaku. "Kemungkinan ada pengembangan bisa saja terjadi,"pungkasnya.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU nomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukumannya paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara(isw)

 

 

 

 





BERITA BERIKUTNYA
loading...