“MIKiR” Tak Membuat Cheisa Sendiri Lagi

Kamis, 12 September 2019 | 16:57:38 WIB

()

JAMBI -- Pagi itu, Cheisha Mutiara Az-Zahra (10th) tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dilakukan oleh ibu Nurfaidah, gurunya kelas di kelas VA. Cheisha, biasa ia dipanggil adalah siswa SDN 131/IV Telanaipura Jambi, kamis (12/9/2019)

Sekilas tidak ada yang berbeda dengan siswa lainnya, namun Cheisa adalah salah seorang siswa berkebutuhan khusus. Ia maju ke depan bersama teman-temannya membacakan buku cerita yang telah dibacanya.

“Sukanya menyendiri dan awalnya tidak percaya diri,” sebut Ibu Nurfaidah, sang guru yang dengan sabar dan telaten mendampingi Cheisa.

Menurut Ibu Nurfaida, saat berada di sekolah, Cheisa masih perlu didampingi sehingga perlu didampingi oleh guru pendamping selain dirinya. Namun, itu dulu sebelum sekolah ini bermitra dengan Tanoto Foundation. Setelah diperkenalkan pembelajaran aktif MIKiR yang merupakan akronim dari Mengalami, Interaksi, Komunikasi, dan Refleksi, perlahan-lahan Cheisa aktif dan semakin ceria.

“Mau maju ke depan kelas,” jelas ibu Nurfaidah bangga.

Sebelum SDN 131/IV Kota Jambi menjadi sekolah mitra program PINTAR Tanoto Foundation, pembelajaran di kelas lebih banyak menekan model ceramah sehingga Naufal kesulitan untuk belajar di kelas. Terkadang dia tidak mau bergaul dengan teman-temannya, hanya asyik dengan dirinya sendiri.

“Sejak menerapkan pembelajaran aktif MIKiR dari Tanoto Foundation, saya lihat Cheisa lebih aktif dan lebih percaya diri, seperti berbicara di dalam kelompoknya dengan siswa yang lain, karena dilatih Interaksi di pembelajaran tersebut, “ ujar Nurfaidah menambahkan, Kamis, (12/9/2019).

Hal yang membuat bangga Ibu Nurfaidah adalah ketika Cheisa terus aktif berinteraksi dengan teman-temannya.

“Model pembelajaran MIKiR membuat anak-anak seperti Cheisa berani berinteraksi dengan teman-temannya,” ungkap Nurfaidah.

Nurfaidah menerapkan pembelajaran aktif tersebut membuat Cheisa antusias dan berani berbicara di depan teman-temannya.

Basyir, kepala sekolah, mengaku senang dan bangga banyak perubahan dialami oleh peserta didiknya.

“Saya senang sekali, banyak perubahan pada diri Cheisa seperti berani maju ke depan untuk presentasi,” tukasnya.

Selain itu, diperlukan sikap sabar dan telaten dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.
“Kita harus terus menumbuhkan rasa kepercayaan diri mereka, agar mampu tampil seperti anak lainnya,” pungkasnya.





BERITA BERIKUTNYA
loading...