Pertemuan Lima Bupati Jilid II Bisa Jadi Blunder Bagi Kerinci dan Sungai Penuh

Senin, 16 September 2019 | 05:40:04 WIB

()

JAMBI -- Pertemuan jilid II lima bupati di Kayu Aro, Kerinci, Sabtu (14/9) mendapat tanggapan dan sorotan berbagai pihak. Pertemuan yang dihadiri Romi Hariyanto (Bupati Tanjabtim), Masnah Busro (Bupati Muarojambi), Al Haris (Bupati Merangin), Mashuri (Bupati Bungo) dan sebagai tuan rumah, Adi Rozal (Bupati Kerinci) itu dinilai bukan silaturahmi biasa. Tapi kental dengan nuasa politik berkaitan dengan Pilgub Jambi 2020.

 

Lima Bupati yang bertemu di Kerinci kompak mengatakan agenda pertemuan mereka hanya silahturahmi dengan kegiatan eksebisi olah raga. Namun, sebagian warga Kerinci dan Sungai Penuh menilai ada misi tertentu dalam pertemuan itu . Bahkan sebagian warga ada yang menilai pertemuan itu malah bias jadi blunder, karena berpotensi memecah belah suara warga Kerinci dan Sungai Penuh di Pilgub 2020 mendatang.

Sebab, secara tidak langsung, dengan adanya pertemuan itu semakin menampakkan persaingan politik antara Bupati Kerinci Adirozal dan Walikota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bakri (AJB) jelang Pilgub. Penilaian itu cukup beralasan. Sebab, pertemuan jilid II lima bupati di Kayu Aro itu tak melibatkan Asafri Jaya Bakri.
            Padahal, suara arus bawah di Kerinci dan Sungai Penuh menginginkan ada putra Kerinci atau Sungai Penuh maju dan ikut bersaing merebut kursi Gubernur Jambi 2020 mendatang. Untuk mewujudkan ‘cita cita’ itu ‘kuncinya’ warga Kerinci dan Sungai Penuh harus bersatu. 

Seperti diketahui, Adirozal sempat mengutarakan keinginannya maju di Pilgub 2020, meski belum memastikan sikap. Namun Adirozal pamer keakraban dengan Al Haris yang sudah memastikan diri akan ikut berkompetisi di perebutan BH 1 mendatang.
            Padahal, AJB sendiri merupakan kandidat pertama yang menyatakan kesiapannya maju di Pilgub Jambi 2020. Namun saat pertemuan lima bupati tersebut, Walikota Sungaipenuh itu tidak dilibatkan alias tak diundang.

Fahmi Rizal Gadin, tokoh Kerinci di Jambi mengatakan, masih terlalu dini menyimpulkan jika pertemuan tersebut mengarahkan dukungan ke salah satu kandidat. Menurutnya, perkembangan politik masih sangat dinamis. Apapun gerakan-gerakan dan praduga politik sah-sah saja. "Kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi masih sulit diprediksi. Kawan akan jadi lawan dan sebaliknyo lawan bisa jadi kawan. Ini biasa dalam politik sesuai kepentingan yang dihadapi kandidat," ujarnya.
            Ia mengatakan, pertemuan beberapa Bupati tersebut di Kerinci belum terlihat istimewa, dan itu baru dinamika. "Sebagai orang awam mungkin kita lebih baik sabar dulu. Kito tunggu siapa yang dapat tiket bisa daftar ke KPU," ujarnya. Menurutnya, setelah sah terdaftar sebagai paslon, baru lah terlihat siapa yang cocok memimpin Jambi kedepan.
            Sementara itu, Nanda Pratama, salah satu mahasiswa Pascasarjana Unja asal Kerinci, menilai pertemuan lima kepala daerah yang disinyalir bermuara pada pembahasan menghadapi Pemilu Pilgub 2020 mendatang, sangat merugikan masyarakat Kabupaten Kerinci.   Menurut dia, jika benar adanya kesepakatan untuk mengarahkan dukungan kepada salah satu kadidat yang menghadiri pertemuan itu, maka isu selama ini yang beredar di luar bahwa masyarakat Kerinci tidak bisa satu suara juga benar.
            "Sikap bupati Kerinci merupakan sebuah blunder buat Kabupaten Kerinci, karena bisa memecah suara Kerinci dan Sungaipenuh," kata Nanda yang juga menjabat Sekretaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jambi.
            Mahasiswa asal Kerinci lainnya, Wahyu Hidayat mengatakan, kontestasi politik Jambi mulai muncul menjelang tahapan pilkada serentak di berbagai daerah. Terutama atmosfer bakal calon gubernur Jambi, berbagai polemik, dinamika yang mencuat akhir-akhir ini. Dia menduga pertemuan lima bupati di Kerinci untuk mempersiapkan strategi untuk Pilgub 2020 mendatang.

Memang kata dia, tidak ada statement dari hasil pertemuan tersebut terkait dengan Pilgub. Namun masyarakat menilai pasti ada misi tertentu terkait Pilgub mendatang. "Karena Al Haris yang sejauh ini serius untuk maju di Pilgub mendatang diantara kepala daerah tersebut," sebutnya.
            Bertempat di Kerinci, tentu ada isu-isu yang membuat masyarakat Kerinci terbelah atas kejadian tersebut. "Kita tahu bahwa sejauh ini ada beberapa tokoh Kerinci yang sudah mengatakan sikap untuk maju sebagai calon gubernur Jambi, diantaranya AJB dan Ramli Taha," katanya.
            " Dengan adanya pertemuan itu, nampaknya bakal ada tiga poros yang terbentuk di wilayah bumi Sakti Alam Kerinci dan Sungai Penuh. Dan kemungkinan  itu akan terjadi. Tentu ini sangat merugikan masyarakat kerinci dalam peluang menghantarkan putra Kerinci untuk   menjadi orang nomor satu di provinsi Jambi," pungkasnya.

Pendapat hamper sama disampaikan Demisioner Presiden HIMSAK, Adlin Hifzi. Menurut dia, Sakti Alam Kerinci dengan SDM yang mumpuni tentunya sudah layak dan pantas untuk memimpin provinsi Jambi kedepan. ‘’Saya sebagai putra daerah kerinci tentunya punya keinginan dan melihat nahkoda baru yang akan memimpin Provinsi Jambi berasal dari tokoh Sakti Alam Kerinci,’’ katanya.
            Menurut dia, sejak beberapa bulan terakhir muncul dua tokoh Sakti Alam Kerinci yakni Asafri Jaya Bakri dan Ramli Taha yang ikut meramaikan bursa calon Gubernur Jambi. Dia mengaku sangat menapresiasi kedua tokoh tersebut. Dia mengajak seluruh masyarakat kerinci sama-sama berjuang nantinya. ‘’ Besar harapan kami seluruh tokoh Sakti Alam Kerinci lainnya satu misi dengan kami untuk merebut kursi Gubernur Jambi,’’ ujarnya.
            Adlin menduga pertemuan lima bupati di Kerinci bertujuan untuk mengorbitkan satu kandidat cagub. Apabila dugaan ini benar tentu ada niat untuk memberikan dukungan masyarakat kerinci ke calon lain yang bukan putra daerah kerinci. ‘’ Ini jelas sangat merugikan dua tokoh Kerinci, Asafri Jaya Bakri dan Ramli Taha yang sudah menyatakan diri siap mewakili kerinci di Pilgub Jambi 20020 mendatang.
            Lalu bagaimana tanggapan AJB terkait pertemuan lima bupati tersebut? Walikota Sungaipenuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) menanggapi pertemuan sejumlah kepala daerah di Kabupaten Kerinci dengan diplomatis. Dia mengatakan sangat mengapresiasi adanya pertemuan lima kepala daerah Jambi wilayah barat di Kerinci.

Menurut dia, pertemuan di Kayu Aro itu merupakan hal yang positif. "Pertemuan lima kepala daerah ini sangat baik. Sebagai otak pembangunan Daerah yang dipimpinya, mereka harus saling bertukar pikiran dan masukan untuk kemajuan daerah masing-masing dan Provinsi Jambi ke depannya," katanya. (fei)

 

 

 

 

 

 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA
loading...